SURABAYA (Lentera) - Gempa bumi magnitudo 5,1 magnitudo mengguncang Lamba Leda, Manggarai Timur, NTT, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 08.41 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut tidak berpotensi terjadinya tsunami.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameterupdate dengan magnitudo M5,1 pada kedalaman10 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,37° LS ; 120,58° BT," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya dalam kanal resmi BMKG, Senin (21/9/2026).
Lebih lanjut, gempa berlokasi di darat 29 km Timur Laut Ruteng. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tersebut, membuktikan gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal. Hal tersebut, akibat aktivitas Flores Back-arc Thrust di wilayah NTT.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," katanya.
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas: III-IV MMI yaitu pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah terjadi di Manggarai, Bajawa, dan Labuan Bajo; kemudian II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti getaran truk berlalu dirasakan di Nagekeo dan Waingapu. Kemudian I-II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dirasakan di Maumere
Wijayanto menuturkan, gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Flores, NTT pada tanggal 15 Agustus 2026. BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. (*)
Editor; Lutfiyu Handi





.jpg)
