BB TNBTS: Karhutla di Gunung Semeru Mulai Terkendali, Api di Ranu Kumbolo Tak Lagi Terlihat
MALANG (Lentera) - Kondisi di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru mulai terkendali setelah kebakaran hutan yang terjadi sejak Rabu (26/8/2026). Hingga Sabtu (29/8/2026), tidak lagi terlihat adanya api maupun kepulan asap tebal khususnya di kawasan Ranu Kumbolo.
"Hari ini, Sabtu, kami melihat di lokasi Ranu Kumbolo, situasi telah mulai terkendali. Kita lihat di belakang meskipun masih terlihat asap tipis, namun tidak lagi terlihat adanya api ataupun kepulan asap," ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangan resminya.
Untuk mencegah api kembali merambat ke area yang belum terbakar, menurut Rudi, petugas di lapangan juga telah membuat sekat bakar di sepanjang jalur pendakian Gunung Semeru.
Sekat bakar tersebut dibuat untuk membatasi pergerakan api sehingga tidak merambat menuju lokasi lain yang masih belum terdampak kebakaran. "Di sepanjang jalur pendakian telah dibuat sekat bakar sehingga api tidak lagi merambat ke arah lokasi-lokasi yang belum terbakar," katanya.
Selain di kawasan Ranu Kumbolo, pengendalian kobaran api juga dilakukan di sekitar Tanjakan Cinta. Rudi menyebut api di kawasan tersebut berhasil dilokalisir hingga area pohon yang selama ini menjadi salah satu titik yang digunakan pendaki untuk berfoto.
"Kemudian di arah Tanjakan Cinta juga api berhasil dikendalikan, api bisa dilokalisir hingga pohon untuk berfoto yang ada di sana," jelasnya.
Meski kondisi kebakaran mulai terkendali, Balai Besar TNBTS belum menyatakan kawasan tersebut siap kembali dikunjungi. Pengendalian akan terus dilakukan hingga kondisi kawasan, khususnya vegetasi yang terdampak kebakaran, kembali pulih.
"Kami akan kendalikan terus situasi ini hingga pulihnya vegetasi yang ada dan siap untuk dikunjungi kembali," tegas Rudi.
Sebelumnya, Balai Besar TNBTS memberlakukan penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru setelah kebakaran hutan terjadi di Blok Ranu Kembang pada Rabu (26/8/2026).
Rudi mengatakan, lokasi kebakaran berada di sekitar kawasan jalur pendakian Gunung Semeru. Atas pertimbangan tersebut, seluruh jalur pendakian Gunung Semeru ditutup untuk sementara waktu.
Penutupan tersebut diumumkan Balai Besar TNBTS melalui Surat Pengumuman Nomor: PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 yang diterbitkan pada 26 Agustus 2026. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
