JAKARTA (Lentera) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 111 jiwa, korban luka atau sakit sebanyak 1.378 orang, sedangkan yang mengungsi ada 192.303 jiwa, berdasarkan perkembangan pada Sabstu (29/8/2026) pukul 16.00 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya Sabtu (29/8/2026) menyebutkan terdapat 89.618 rumah rusak.
Sementara, laman BNPB menjabarkan korban meninggal, luka/sakit, dan juga warga yang mengungsi tersebar di enam kabupaten. Di Kabupaten Ende tercatat ada 3 jiwa meninggal, 90 orang sakit, dan ada 4.317 orang yang mengungsi. Kemudian di Kabupaten Manggarai ada 45 jiwa meninggal, 596 orang sakit, dan 50.556 orang yang mengungsi. Sedangkan di Kabupaten Menggarai Barat ada 1 jiwa meninggal, 112 orang sakit, dan 27.564 orang mengungsi.
Sedangkan di Kabupaten Manggarai Timur tercatat ada 38 jiwa meninggal, 643 orang sakit, dan 31.372 orang mengungsi. Kemudian di Kabupaten Nagekeo ada 13 jiwa meninggal, 152 orang sakit, dan 51.284 orang mengungsi. Kemudian di Kabupaten Ngada ada 5 jiwa meninggal, 102 orang sakit, dan 21.552 orang mengungsi.
Sedangkan, untuk rumah rusak tercatat ada 89.618 rumah. "Rumah rusak itu dengan kategori rumah rusak berat, sedang, maupun ringan. Dan ini ada di semua kabupaten yang terdampak, di 7 kabupaten terdampak," jelas Berton Panjaitan, dalam keterangannya, melansir kompas.com Sabtu (29/8/2026).
Selain rumah, BNPB juga melaporkan bangunan yang terdampak gempa juga ada 157 fasyankes,
1.378 fasdik, bangunan kantor yang rusak ada 532 unit, dan rumah ibadah yang rusak ada 515 unit.
Berton menjelaskan pemerintah juga melakukan verifikasi dan validasi terhadap rumah warga yang rusak akibat gempa. Selanjutnya, pemerintah mulai mempersiapkan penyusunan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
"Dari R3P ini nanti tentu pemerintah akan melihat mana pembangunannya yang akan dilaksanakan, mana yang lebih prioritas, baik itu sektor perumahan, sektor kesehatan, sektor sosial, sektor ekonomi, maupun infrastruktur," tuturnya. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
