TRENGGALEK (Lentera) – Ditinggal pemiliknya ke Surabaya, bagian dapur rumah warga di Dusun Wadilor, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, justru terbakar. Api diduga berasal dari tungku kayu yang digunakan untuk memasak pada Jumat (28/8/2026) malam dan belum sepenuhnya padam hingga akhirnya merembet ke tumpukan kayu di sekitarnya.
Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran pada Satpol PP dan Kebakaran Trenggalek, Burhannudin, menyebut kebakaran bermula setelah Sumarmi memasak menggunakan tungku kayu sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah kegiatan memasak selesai, tungku tersebut diduga masih menyisakan bara ketika rumah ditinggalkan.
"Diduga masih ada bara yang tertinggal di tungku, kemudian panas atau api tersebut mengenai kayu yang ditumpuk di dekatnya hingga memicu kebakaran," kata Burhannudin.
Sumarmi diketahui meninggalkan rumah untuk pergi ke Surabaya guna mendampingi putranya yang mengikuti prosesi wisuda. Saat itu, kondisi rumah dalam keadaan ditinggalkan.
Kebakaran baru diketahui keesokan harinya sekitar pukul 10.30 WIB. Seorang saksi yang merupakan tetangga yang berada di sekitar lokasi melihat asap mengepul dari arah dapur rumah tersebut.
Warga kemudian berupaya memadamkan api secara manual. Namun, kobaran api tidak berhasil dikendalikan sehingga warga melaporkan kejadian tersebut kepada Damkar Trenggalek melalui nomor aduan.
Laporan diterima petugas pada pukul 10.46 WIB. Damkar Trenggalek langsung mengerahkan dua unit mobil pompa dan satu unit mobil water supply menuju lokasi kejadian.
"Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penanganan terhadap bagian bangunan yang terbakar dan dilanjutkan dengan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala," ujar Burhannudin.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 10.54 WIB dan mulai melakukan pembasahan pada pukul 10.56 WIB. Penanganan berlangsung hingga pukul 11.20 WIB.
Sebanyak 14 personel Damkar Trenggalek diterjunkan dalam operasi tersebut. Pemadaman juga melibatkan anggota Polsek Pogalan, Koramil Pogalan, perangkat Desa Ngadirenggo, serta masyarakat setempat.
Sekitar 7.000 liter air digunakan selama proses pemadaman. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Kebakaran mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp10 juta. Sementara itu, aset senilai lebih dari Rp300 juta diperkirakan berhasil diselamatkan dari dampak kebakaran.
Setelah proses pemadaman dan pembasahan selesai, petugas melakukan pengecekan peralatan sebelum meninggalkan lokasi pada pukul 12.15 WIB. Tim kemudian tiba kembali di Mako Damkar Trenggalek sekitar pukul 12.30 WIB.
Damkar Trenggalek mengingatkan warga agar tidak meninggalkan rumah sebelum memastikan tungku, kompor, maupun sumber api lainnya benar-benar dalam kondisi padam. Bara yang masih tersisa dapat kembali memicu api dan menyebabkan kebakaran, terutama jika berada di dekat bahan yang mudah terbakar. (*)
Reporter: Herlambang
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
