21 July 2026

Get In Touch

Peneliti Madiun Kembangkan Biodiesel MB-100, Bidik Alternatif Energi Nonfosil

Peneliti Madiun Kembangkan Biodiesel MB-100, Bidik Alternatif Energi Nonfosil

MADIUN  (Lentera)– Peneliti sekaligus inovator asal Madiun, Jawa Timur, Cahya Yudi Widianto, mengembangkan riset produksi bahan bakar diesel berbasis energi terbarukan yang diberi nama Marolis Biodiesel 100 (MB-100). Inovasi tersebut diklaim berpotensi menjadi alternatif bahan bakar diesel nonfosil. 

Hasil ini diharapkan mendukung kemandirian energi sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Meski pun memang masih harus melalui tahapan pengujian, standardisasi, dan persetujuan regulator.

Penelitian ini memanfaatkan teknologi yang disebut "De Novo & Ex Novo" untuk menghasilkan biodiesel berbasis 100 persen nonfosil. Riset tersebut merupakan hasil pengembangan yang telah dilakukan Cahya selama lebih dari dua dekade, bermula dari penelitian di bidang mikrobiologi, bakteri, dan enzim sejak 2003.

Menurut Cahya, kebutuhan Indonesia terhadap sumber energi alternatif semakin mendesak seiring meningkatnya konsumsi bahan bakar fosil dan tuntutan transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

"Indonesia memiliki kekayaan sumber daya hayati yang sangat besar. Melalui penelitian ini, kami berupaya mengembangkan teknologi yang mampu memanfaatkan potensi tersebut menjadi bahan bakar alternatif yang lebih berkelanjutan, dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ujar Cahya dikutip Selasa (21/7/2026).

 

Ia menjelaskan, apabila berhasil memenuhi seluruh standar mutu, keamanan, serta memperoleh izin dari regulator, MB-100 berpotensi dimanfaatkan pada berbagai sektor yang masih bergantung pada bahan bakar diesel, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, logistik, hingga industri.

Selain mendukung bauran energi nasional, Cahya menilai inovasi tersebut juga memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan. Pasalnya, sektor pertanian Indonesia masih mengandalkan bahan bakar diesel untuk mengoperasikan berbagai alat produksi, mulai dari traktor, pompa air, mesin panen, alat pengolahan hasil pertanian, hingga kendaraan distribusi. Kenaikan harga maupun gangguan pasokan solar dinilai dapat memengaruhi biaya produksi dan rantai pasok pangan.

Dalam siaran pers tersebut dijelaskan bahwa apabila telah memenuhi standar yang berlaku, MB-100 berpotensi mendukung operasional alat dan mesin pertanian berbahan bakar diesel, membantu distribusi pupuk, memperlancar pengangkutan hasil panen, meningkatkan efisiensi rantai distribusi, hingga memperkuat ketahanan pangan melalui dukungan terhadap ketersediaan energi.

Cahya mengatakan, riset yang dikembangkannya tidak hanya berangkat dari kajian ilmiah modern, tetapi juga terinspirasi dari perenungan terhadap ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur'an yang dipahami sebagai dorongan untuk terus mengeksplorasi fenomena alam melalui pendekatan ilmiah. 

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi landasan dalam mengembangkan inovasi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Ke depan, ia berharap penelitian tersebut dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, pengembangan teknologi energi alternatif memerlukan proses pengujian ilmiah, validasi independen, sertifikasi, serta dukungan kebijakan sebelum dapat diterapkan secara luas.

"Kami berharap penelitian ini dapat terus dikaji, diuji, dan dikembangkan bersama berbagai pemangku kepentingan. Inovasi akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dibangun melalui kolaborasi yang kuat," kata Cahya.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa penelitian MB-100 berfokus pada pengembangan biodiesel berbasis sumber daya nonfosil sebagai alternatif bahan bakar diesel. Hasil riset selanjutnya diharapkan dapat melalui tahapan pengembangan, pengujian, dan evaluasi sesuai ketentuan ilmiah serta regulasi yang berlaku agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Editor: Widyawati/rls


 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.