SURABAYA (Lentera) - Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Sedangkan hari ini, Rabu (11/3/2026) ini, harga sang logam mulia masih bisa naik meski tipis saja. Namun, menjadi yang tertinggi sejak 2 Maret atau sekira sepekan terakhir
Pada Selasa (10/3/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 5.191,5/troy ons atau menguat 1,01% dibandingkan sejak sepekan terakhir. Sedangkan hari ini, harga emas masih bisa naik 0,02% ke US$ 5.192,5/troy ons.
Sementara, dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian di Jakarta, harga emas UBS dan Galeri24 pada Rabu (11/3/2026) ini naik, masing-masing di angka Rp3.106.000 dan Rp3.083.000 per gram.
Harga tersebut naik dari angka yang tertera di laman resmi Sahabat Pegadaian kemarin pagi, yakni UBS Rp3.053.000 per gram dan Galeri24 Rp3.039.000 per gram.
Melansir bloobergtechnoz, penyebab kenaikan harga emas adalah ketidakpastian di Timur Tengah. Sebelumnya, Menteri Energi Amerika Serikat (AS), Chris Wright, mengunggah di media sosial bahwa militer AS akan mengawal tanker yang melewati Selat Hormuz.
Akan tetapi, unggahan tersebut kemudian dihapus. Gedung Putih pun menegaskan bahwa tidak ada pengawalan terhadap tanker minyak yang melewati wilayah konflik tersebut.
Jadi, sampai saat ini jalur Selat Hormuz masih ditutup. Akibatnya, harga minyak dunia kembali melejit. Pada pukul 07:00 WIB, harga minyak jenis brent melambung 3.22% ke US$ 90,62/barel.
Perang di Timur Tengah antara AS-Israel versus Iran masih berlangsung dan mengancam keamanan energi dunia. Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset) dan menjadi pilihan pelaku pasar saat situasi sedang penuh guncangan.
Sementara, secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 56. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 36. Masih menghuni area jual (short) yang lumayan kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya berisiko turun jika melihat dari kacamata teknikal saja. Cermati pivot point di US$ 5.189/troy ons.
Dari situ, harga emas berpeluang menguji support US$ 5.180/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Support lanjutan ada di US$ 5.157-5.113/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 5.026/troy ons.
Namun kalau harga emas ternyata masih kuat menanjak, maka US$ 5.209/troy ons bisa menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengerek harga ke rentang US$ 5.230-5.275/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.368/troy ons. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
