11 March 2026

Get In Touch

Wagub Emil : Kolaborasi KDMP dengan PKH Mampu Berdayakan Ekonomi Masyarakat

 Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyapa masyarakat di sela kegiatan kolaborasi Koperasi Merah Putih dengan Program PKH di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati, Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3/2026).
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyapa masyarakat di sela kegiatan kolaborasi Koperasi Merah Putih dengan Program PKH di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati, Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3/2026).

PASURUAN (Lentera) - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan bahwa kolaborasi Koperasi Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program sinergi Kementerian Koperasi dan Kementerian Sosial RI mampu memberdayakan ekonomi masyarakat desa menuju kemandirian.

“Kolaborasi ini bisa menjadi wadah untuk banyak sekali hal baik yang diselenggarakan diskala desa. Langkah baru menuju kemandirian dimana nantinya Bapak Ibu Penerima Manfaat didorong menjadi pelaku usaha produktif membangun rantai ekonomi lokal,” kata Emil ketika menghadiri kegiatan kolaborasi Koperasi Merah Putih dengan Program PKH di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati, Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3/2026).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Menteri Sosial RI M. Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, dan Bupati Pasuruan M. Rusdi Sutejo ini, Emil menyampaikan bahwa KDKMP bisa menjadi jangkar bagi kelompok usaha untuk mengakses bahan baku.

”Bapak Ibu didorong menjadi anggota. Hari ini njenengan diberikan program pemberdayaan sebanyak 100 paket ayam petelur untuk belajar membangun usaha peternakan ayam petelur,” tambahnya.

Wagub Emil menilai, kolaborasi ini dirancang sebagai bentuk transformasi dari masyarakat penerima bantuan sosial menjadi pelaku usaha produktif. “Bapak Ibu diberikan keterampilan mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Saya yakin ini akan menumbuhkan ekonomi lokal,” lanjutnya.

Dia juga berharap dengan kolaborasi ini bisa menjadi semangat luar biasa menggelorakan semangat kolaborasi dalam mensukseskan KDKMP di Jawa Timur.

Dalam konteks penguatan ekonomi, lanjut Wagub Emil, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengakselerasi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen strategis pembangunan inklusif.

“Alhamdulillah progress pelaksanaan KDKMP di Jawa Timur hingga 31 Desember 2025, sebanyak 8.494 KDKMP telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 997 koperasi telah beroperasi total 1.292 gerai usaha,” ungkapnya.

Dia menambahkan saat ini jumlah anggota KDKMP di Jawa Timur mencapai 157.974 orang, meningkat pesat dibanding saat awal pembentukan hanya 6.095 orang. Di sisi lain, berdasarkan rekap harian per 8 Maret 2026, dari target 8.494 titik pembangunan, sebanyak 774 titik atau 9,11% telah selesai, sedangkan 5.489 titik atau 64,62% masih dalam proses pembangunan dengan rata-rata progres fisik mencapai 53,79%.

Menurutnya, penguatan ekonomi masyarakat tidak dapat dilepaskan dari upaya perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang paling rentan. Untuk itu, tambahnya, pengembangan KDKMP perlu berjalan beriringan dengan berbagai program pengentasan kemiskinan yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Salah satunya melalui Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) yang ditujukan bagi kelompok lanjut usia berusia 70 tahun ke atas dalam keluarga penerima manfaat PKH. Pada tahun 2026, PKH Plus menargetkan 54 ribu KPM dengan alokasi anggaran sebesar Rp108 miliar, di mana setiap penerima mendapatkan bantuan Rp2 juta per tahun,” terangnya.

Emil juga mengatakan bahwa Pemerintah Jawa Timur terus mendorong program pemberdayaan ekonomi keluarga miskin agar dapat bertransformasi menjadikeluarga yang mandiri dan produktif.

Sementara itu, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan kolaborasi ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat dalam rangka memperkuat ekonomi keluarga. Yakni dengan memberikan bantuan pemberdayaan 100 paket ayam petelur di Kecamatan Gejugjati, Lekok Kabupaten Pasuruan.

“Ini adalah langkah strategis memperkuat perekonomian keluarga. Ini juga bagian dari pemberdayaan. Kita ingin PM tidak hanya berharap bantuan diterima tiap 3 bulan sekali, tapi supaya keluarga makin berdaya dan mandiri, maka kita sosialisasi dan mencoba beberapa keluarga mendapatkan program pemberdayaan,” kata Gus Ipul.

“Ada bantuan ayam petelur untuk 1 keluarga. Kita coba bantuan pemberdayaan 100 paket ayam petelur. Nanti telur yang dihasilkan bisa dikelola dengan baik dan kemudian dijual di Koperasi Merah Putih,” tambahnya.

Gus Ipul kemudian mendorong supaya keluarga Penerima Manfaat PKH menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih supaya ekonomi keluarga meningkat. “Karena menjadi anggota Koperasi Merah Putih, Bapak Ibu nanti tidak hanya menjadi pembeli, tapi diakhir bisa mendapatkan SHU. Kalau Bapak Ibu membeli barang di Koperasi, maka artinya sebagai pembeli sekaligus pemilik,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.