13 February 2026

Get In Touch

Ancaman di Balik Rasa Asin, Kenali Tanda Overdosis Garam dan Risiko Kerusakan Ginjal

Ancaman di Balik Rasa Asin, Kenali Tanda Overdosis Garam dan Risiko Kerusakan Ginjal

 

SURABAYA ( LENTERA ) - Garam atau natrium merupakan mineral esensial yang berperan krusial dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mendukung fungsi saraf. Namun, konsumsi yang melampaui batas wajar dapat menjadi bumerang bagi kesehatan. Tanpa disadari, banyak individu mengonsumsi natrium jauh di atas ambang batas aman yang direkomendasikan, yakni lima gram atau setara dengan satu sendok teh per hari. Laporan medis menyebutkan bahwa kelebihan natrium yang terjadi secara terus-menerus dapat memicu kerusakan organ permanen, terutama pada ginjal yang dipaksa bekerja ekstra keras untuk menyaring mineral tersebut.

Kondisi klinis yang muncul akibat kelebihan garam sering kali diawali dengan gejala edema atau pembengkakan pada bagian tubuh tertentu seperti jari tangan dan pergelangan kaki. Hal ini terjadi karena sifat natrium yang mengikat air sehingga memicu retensi cairan di jaringan tubuh. Selain pembengkakan, seseorang mungkin akan merasakan perut kembung dan begah yang tidak nyaman. Gejala ini biasanya diikuti dengan munculnya rasa haus yang berlebihan atau polidipsia, sebagai mekanisme alami tubuh yang berupaya mengencerkan konsentrasi natrium dalam darah melalui asupan air tambahan.

Lebih lanjut, dampak yang paling berbahaya dari tingginya kadar garam adalah peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Penumpukan natrium meningkatkan volume darah yang memaksa jantung bekerja lebih berat dan memberikan tekanan berlebih pada dinding pembuluh darah. Kondisi ini sering kali disertai dengan sefalgia atau sakit kepala berdenyut akibat ketidakseimbangan cairan tubuh. Jika kebiasaan ini berlanjut, kadar natrium yang tinggi akan mempercepat ekskresi kalsium melalui urine yang berisiko membentuk endapan batu ginjal, yang pada akhirnya memicu penyakit ginjal kronis hingga kerusakan jantung.

Sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan organ dalam, masyarakat dianjurkan untuk lebih cermat dalam memperhatikan asupan harian dengan mulai membiasakan diri membaca informasi nilai gizi pada label kemasan pangan. Penggunaan rempah-rempah alami seperti bawang putih, jahe, lada, dan kunyit dapat menjadi alternatif cerdas untuk memperkaya cita rasa masakan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada garam. Selain itu, mengurangi konsumsi makanan olahan dan kalengan sangat disarankan karena produk tersebut umumnya mengandung natrium tinggi sebagai bahan pengawet.

Langkah sederhana lain yang dapat dilakukan adalah dengan membilas bahan makanan kaleng menggunakan air mengalir sebelum dimasak guna meluruhkan residu garam yang menempel. Di samping itu, menjaga hidrasi tubuh dengan meminum air putih secara cukup akan sangat membantu ginjal dalam membuang kelebihan natrium melalui urine secara lebih optimal. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang dan lebih banyak mengonsumsi sayur serta buah, beban kerja ginjal dapat berkurang sehingga risiko komplikasi serius akibat overdosis garam dapat ditekan sejak dini. (Nathasya_UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.