13 February 2026

Get In Touch

Tekan Risiko Kanker Serviks, Pemkot Surabaya dan BBPOM Gelar Vaksinasi HPV

Kegiatan vaksinasi HPV yang digelar Pemkot dan BBPOM
Kegiatan vaksinasi HPV yang digelar Pemkot dan BBPOM

SURABAYA (Lentera)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menggelar kegiatan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) di Gedung Wanita Candra Kencana, Jalan Kalibokor Selatan, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta ini, bertujuan untuk memperkuat perlindungan terhadap kanker serviks.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan vaksinasi HPV menjadi salah satu langkah penting dalam pencegahan kanker serviks yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi perempuan.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan kesadaran perempuan Surabaya terhadap pentingnya pencegahan kanker semakin meningkat,” kata Nanik.

Ia menjelaskan, secara global kanker serviks menempati peringkat keempat sebagai kanker yang paling sering menyerang perempuan. Di Indonesia, penyakit ini berada di urutan kedua kanker terbanyak pada perempuan, dengan rata-rata sekitar 36 ribu kasus baru setiap tahun dan sekitar 21 ribu kematian. Sebagian besar kasus ditemukan dalam stadium lanjut.

Menurutnya, kanker serviks termasuk penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan deteksi dini. Karena itu, Pemkot Surabaya terus mengintensifkan sosialisasi serta skrining rutin di seluruh kecamatan.

"Deteksi dini dilakukan pada perempuan usia 30–69 tahun melalui metode self sampling dan pemeriksaan HPV DNA. Jika ditemukan hasil positif, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan," jelasnya.

Selain itu, vaksinasi HPV juga telah dimasukkan dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bagi siswi kelas 5 SD dan kelas 9 SMP atau sederajat.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Data Dinas Kesehatan mencatat kasus kanker serviks di Surabaya turun dari 413 kasus pada 2023 menjadi 201 kasus pada 2024.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Sejuta Vaksin HPV bagi ASN dan masyarakat. Pada tahap pertama di Surabaya, sebanyak 424 peserta telah terdaftar dan menyelesaikan administrasi.

“Minat masyarakat sangat tinggi. Untuk pelaksanaan perdana ini, sekitar 500 peserta kami nilai sebagai kapasitas optimal,” ujarnya.

Yudi menegaskan, vaksinasi HPV merupakan investasi jangka panjang dalam perlindungan kesehatan perempuan. "Semoga ke depan, kegiatan serupa dapat terus diperluas jangkauannya di masa mendatang," tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.