15 January 2026

Get In Touch

Tolak Relokasi RPH Pegirian, Emak-Emak Jagal Geruduk Ruang Ketua DPRD Surabaya

Keluarga mitra jagal Pegirian menggeruduk ruang Ketua DPRD Kota Surabaya.
Keluarga mitra jagal Pegirian menggeruduk ruang Ketua DPRD Kota Surabaya.

SURABAYA (Lentera) – Penolakan relokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun kembali memanas, aksi unjuk rasa jagal yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut berujung ketegangan di Gedung DPRD Surabaya, Rabu (14/1/2026), setelah sejumlah emak-emak nekat menggeruduk hingga depan ruang Ketua DPRD Surabaya.

Sebelumnya, massa aksi yang tergabung dalam mitra jagal Pegiruan ini sempat menggelar aksi di kawasan Tugu Pahlawan. Namun karena merasa aspirasinya tak kunjung mendapat kejelasan, massa kembali bergerak menuju Gedung DPRD Surabaya.

Dalam aksinya, massa mengancam akan memaksa masuk ke dalam gedung apabila tidak ditemui pimpinan DPRD Surabaya.

“Kita bakal anarkis kalau tidak ditemui,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Ketegangan meningkat ketika sejumlah emak-emak yang merupakan keluarga dari para mitra jagal nekat masuk hingga ke depan ruang Ketua DPRD Surabaya. 

Aksi tersebut diwarnai luapan emosi, teriakan histeris, hingga upaya mendorong pintu ruang hearing Komisi D.

Beberapa peserta aksi tampak merekam kejadian menggunakan telepon genggam. Sementara di luar gedung, massa membentangkan spanduk penolakan relokasi RPH Pegirian.

Dalam aksi itu, para emak-emak menyuarakan dampak langsung kebijakan relokasi terhadap kehidupan keluarga mereka. Dengan suara bergetar, salah satu emak-emak berteriak di hadapan petugas dan massa aksi.

“Sudah tiga hari ini kami menolak dipindah. Tiga hari tidak makan, anak saya tidak sekolah,” teriak salah satu massa.

"Kita bukan anak kecil, kita dibohongi terus," teriak massa yang lain.

Massa menilai rencana relokasi RPH Pegirian ke RPH Osowilangun dilakukan tanpa solusi yang jelas bagi keberlangsungan mata pencaharian jagal dan pedagang daging. Mereka mengaku pendapatan terhenti sejak aktivitas pemotongan terganggu.

Selain di dalam gedung, massa juga memasang spanduk bertuliskan “Para Jagal dan Pedagang Daging RPH Pegirian Menolak Dipindah dengan Alasan Apapun” di luar gedung DPRD. 

Seperti diketahui, sebelumnya mitra jagal juga melakukan aksinya di depan Gedung DPRD Kota Surabaya dan Balai Kota Surabaya, pada Senin (12/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan relokasi aktivitas pemotongan hewan dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pegirian ke RPH Osowilangun tetap dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan rencana relokasi RPH Pegirian bukan kebijakan mendadak, melainkan telah disosialisasikan sejak tahun 2016 dan menjadi bagian dari rencana pembangunan Kota Surabaya, khususnya dalam penataan kawasan wisata religi Ampel.

“Mereka meminta untuk tidak dipindah. Namun kami jelaskan bahwa program ini sudah direncanakan sejak 2016 dan masuk dalam rencana pembangunan kota, termasuk penataan kawasan religi,” kata Fikser.

Sementara itu, Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho menuturkan pemindahan RPH ke Tambak Osowilangun bertujuan memberikan fasilitas yang lebih layak bagi para jagal. Pasalnya, kondisi RPH Pegirian yang berdiri sejak 1927 dinilai sudah tidak maksimal dari sisi peralatan maupun instalasi pengolahan limbah.

“Fungsinya kami buat sama seperti Pegirian, tidak ada yang berubah. Bedanya, tempatnya lebih modern dan IPAL-nya jauh lebih maksimal. RPH Pegirian sudah sangat tua, banyak alat yang aus, sehingga perlu pembaruan,” pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.