15 January 2026

Get In Touch

Anggota DPRD Minta Masyarakat Waspadai Paham Ektremisme Lewat Ruang Digital

Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh.
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh.

PALANGKA RAYA (Lentera) – Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, meminta masyarakat Kota Palangka Raya mewaspadai penyebaran paham ekstremisme lewat ruang digital yang kian mengkhawatirkan, khususnya bagi anak-anak.

Menurut Sri  semestinya ruang digital menjadi sarana belajar dan komunikasi positif. Namun sekarang ini kerap digunakan sebagai media penyebaran ideologi ekstrem, yang berpotensi merusak pola pikir serta perkembangan mental generasi muda.

"Ancaman ekstremisme digital tidak hanya berdampak pada kesehatan mental anak, tetapi juga bisa mengganggu stabilitas sosial dan keamanan masyarakat secara umum," papar Sri, Selasa (13/1/2026).

Ia menekankan jika sekolah memiliki peran krusial dalam mencegah penyebaran paham ekstremisme di kalangan pelajar.  Bukan hanya semata memberikan pendidikan akademik, melainkan juga menanamkan nilai toleransi, saling menghormati, dan pemahaman antar kelompok.

Sri juga menyarankan dilakukannya deteksi dini terhadap gejala radikalisasi, seperti perubahan perilaku yang drastis, penggunaan bahasa kasar dan ekstrem, hingga ketertarikan berlebihan pada konten politik atau keagamaan yang mengandung ujaran kebencian.

“Tanggung jawab untuk mencegah anak terjerumus dalam paham ekstremisme tidak hanya ada di pemerintah dan sekolah, namun juga pada orang tua dan masyarakat,” ucapnya.

Ia mengimbau orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak di dunia maya, selain itu membangun komunikasi terbuka terkait konten yang dikonsumsi anak, serta menyediakan ruang pengembangan diri yang positif melalui kegiatan olahraga, seni, maupun komunitas kreatif.

Sri juga mengajak masyarakat berperan dalam membangun lingkungan yang inklusif dan menghargai perbedaan. Hal ini dinilai penting untuk mencegah berkembangnya ideologi ekstrem.

Selebihnya ia menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi memicu kelompok ekstremis terus melakukan berbagai cara baru untuk menyebarkan pengaruh negatif mereka.

“Untuk pencegahannya, diperlukan kolaborasi yang erat dan upaya serius dari pemerintah, perusahaan teknologi, sekolah, orang tua, dan seluruh masyarakat untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan positif bagi anak-anak,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Novita
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.