SURABAYA (Lentera) – Rencana pembangunan galangan kapal PT PAL Indonesia di pesisir Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, diharapkan membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. DPRD Jawa Timur menekankan agar proyek pengembangan industri maritim tersebut memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, terutama untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus.
Anggota DPRD Jatim, Samwil, memgungkapkan pembangunan galangan kapal di Lamongan tidak hanya harus mempertimbangkan aspek teknis dan pengembangan industri, tetapi juga manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia berharap warga lokal mendapat kesempatan terlibat langsung dalam proyek tersebut.
“Harapan saya pembebasan lahan segera dilakukan dengan cermat, jangan sampai menimbulkan pro dan kontra. Yang tidak kalah penting, persentase tenaga kerja non-keahlian (unskilled labor) wajib memprioritaskan warga lokal,” ungkap Samwil, Sabtu (31/10/2026).
Politisi Partai Demokrat asal Bawean, Gresik, itu optimistis kehadiran industri galangan kapal berskala nasional di Paciran dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Bahkan, peluang tersebut dinilai dapat menjadi alternatif pekerjaan bagi nelayan tradisional yang ingin beralih ke sektor industri dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Menurut Samwil, pemilihan Lamongan sebagai lokasi pengembangan fasilitas PT PAL sudah tepat. Kondisi perairan pesisir Lamongan yang memiliki kedalaman laut memadai dinilai mendukung pembangunan berbagai tipe fasilitas sandar.
“Sangat bagus kalau PT PAL membangun galangan di Lamongan. Pesisir Lamongan itu memiliki laut dalam, sehingga beragam tipe dermaga bisa dibangun di sana,” ujarnya.
Secara teknis, lanjutnya, perairan Lamongan memungkinkan penerapan sejumlah sistem galangan kapal, mulai dari sistem rel, pintu buka-tutup, hingga floating dock atau dermaga apung. Namun, ia mengingatkan agar pembangunan infrastruktur pelindung pantai atau penangkal ombak dilakukan terlebih dahulu sebelum fasilitas utama didirikan.
Samwil juga meminta agar proses pembebasan lahan masyarakat dipersiapkan secara matang untuk menghindari munculnya gesekan sosial. Menurutnya, aspek sosial perlu menjadi perhatian agar pembangunan fasilitas tersebut dapat berjalan kondusif.
Ia menjelaskan, rencana penataan kawasan maritim tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang telah dirancang lebih dari satu dekade lalu. Pemindahan dan pergeseran fasilitas dermaga dari kawasan Tanjung Perak ke wilayah perairan lain diperlukan mengingat kawasan Tanjung Perak sangat vital dan strategis bagi efektivitas serta keleluasaan aktivitas militer TNI Angkatan Laut.
Ekspansi PT PAL ke Lamongan juga menjadi bagian dari upaya revitalisasi industri galangan kapal nasional. Dari sekitar 300 galangan kapal yang tersebar di Indonesia, saat ini kurang dari 10 persen yang masih aktif beroperasi.
Sebagai konsolidator nasional yang ditunjuk pemerintah, PT PAL Indonesia mengemban misi merevitalisasi kapasitas galangan kapal dalam negeri. Pembangunan fasilitas baru di Lamongan menjadi salah satu pijakan untuk mencapai target program PAL 2027. (*)
Reporter: Pradhita
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
