17 October 2026

Get In Touch

Jepang Salah Keluarkan Peringatan Gempa M 9,9, Dibatalkan Setelah 8 Menit

Titik-titik guncangan dalam gempa Jepang yang mengguncang sekitar Tokyo pada Minggu (23/8/2026) dini hari (KYODO NEWS)
Titik-titik guncangan dalam gempa Jepang yang mengguncang sekitar Tokyo pada Minggu (23/8/2026) dini hari (KYODO NEWS)

TOKYO (Lentera) -Badan Meteorologi Jepang (JMA) keliru mengeluarkan peringatan gempa bumi berkekuatan magnitudo 9,9 pada Jumat (16/10/2026), hingga menyebabkan gangguan sementara pada layanan transportasi di sejumlah wilayah.

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah sistem komputer JMA salah memperkirakan lokasi pusat gempa dan menghitung kekuatannya jauh lebih besar daripada yang sebenarnya.

JMA awalnya memperingatkan bahwa gempa sangat besar terjadi di Kepulauan Chishima atau Kuril, lepas pantai Hokkaido, Jepang bagian utara.

Namun, badan tersebut kemudian memastikan bahwa gempa yang sebenarnya terjadi berkekuatan magnitudo 6,9 di dekat Semenanjung Kamchatka, Rusia.

Dilansir dari Kyodo News, Sabtu (17/10/2026), peringatan gempa tersebut akhirnya dibatalkan hanya delapan menit setelah diumumkan. 

Kesalahan itu membuat masyarakat di sejumlah wilayah Jepang menerima peringatan mengenai kemungkinan guncangan sangat kuat, meskipun gempa yang terjadi hanya menimbulkan guncangan lemah di negara tersebut.

Jepang sempat peringatkan gempa berkekuatan M 9,9

JMA mengeluarkan peringatan dini gempa pada Jumat sekitar pukul 12.40 waktu setempat.

Peringatan tersebut mencakup wilayah yang luas, mulai dari Jepang bagian utara hingga wilayah tengah negara itu.

Dalam peringatan awal, JMA menyebut gempa berkekuatan magnitudo 9,9 telah terjadi di Kepulauan Chishima, yang juga dikenal sebagai Kepulauan Kuril, di lepas pantai Hokkaido.

Masyarakat diminta bersiap menghadapi guncangan hingga intensitas maksimum 7 dalam skala intensitas gempa Jepang.

Angka 7 merupakan tingkat tertinggi dalam skala tersebut.

Peringatan disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk pemberitahuan di telepon seluler, siaran televisi, radio, serta pengeras suara milik pemerintah daerah.

Namun, JMA kemudian mengetahui bahwa peringatan tersebut didasarkan pada perkiraan kekuatan dan lokasi gempa yang tidak tepat.

Badan meteorologi itu membatalkan peringatannya pada pukul 12.48 waktu setempat atau sekitar delapan menit setelah dikeluarkan.

Gempa sebenarnya terjadi di dekat Kamchatka, Rusia

Setelah memeriksa data gempa, JMA memastikan bahwa pusat gempa berada di dekat Semenanjung Kamchatka, Rusia, bukan di Kepulauan Chishima seperti yang diumumkan sebelumnya.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,9 itu terjadi sekitar pukul 12.38 waktu Jepang.

Kedalaman pusat gempa tercatat sekitar 160 kilometer. Meski kekuatannya cukup besar, guncangan yang dirasakan di Jepang jauh lebih lemah dibandingkan perkiraan dalam peringatan awal.

Menurut JMA, intensitas guncangan tertinggi yang tercatat di Jepang hanya mencapai 1 pada skala intensitas gempa Jepang.

Guncangan tersebut tercatat di Hakodate, wilayah barat daya Hokkaido.

Sebagai perbandingan, peringatan awal JMA memperkirakan guncangan dapat mencapai intensitas 7.

JMA menjelaskan bahwa kesalahan terjadi ketika sistem komputer keliru menentukan lokasi pusat gempa sehingga menghasilkan perkiraan magnitudo yang terlalu besar.

Badan meteorologi tersebut kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap penyebab kesalahan sistem.

Dalam keterangan yang dikutip Jiji Press, pejabat JMA juga menyebut gangguan pengolahan perangkat lunak sebagai salah satu kemungkinan penyebabnya.

Hingga pemeriksaan awal dilakukan, tidak ditemukan indikasi serangan siber dari pihak luar.

Peringatan gempa ganggu layanan transportasi

Kesalahan peringatan gempa tersebut turut berdampak pada aktivitas transportasi di Jepang.

Di Sapporo, Hokkaido, sebanyak 14 trem sempat menghentikan perjalanan selama beberapa menit setelah peringatan diumumkan.

Menurut operator transportasi setempat, layanan kemudian dilanjutkan setelah kondisi dinyatakan aman.

Gangguan sementara juga terjadi pada layanan kereta cepat Tokaido Shinkansen. Perjalanan kereta di antara Stasiun Shin-Yokohama dan Toyohashi sempat dihentikan.

Namun, operator kereta JR Central pada Jumat malam menjelaskan bahwa peringatan gempa yang keliru tersebut bukan penyebab langsung penghentian layanan.

Keterangan itu membedakan gangguan yang dialami Tokaido Shinkansen dari penghentian sementara trem di Sapporo setelah peringatan diterima.

Selain layanan transportasi, peringatan tersebut juga membuat sebagian masyarakat mengambil langkah keselamatan untuk menghadapi kemungkinan gempa besar.

Pemberitahuan yang dikirim melalui telepon seluler dan berbagai saluran lainnya membuat informasi mengenai gempa magnitudo 9,9 tersebar luas sebelum akhirnya dibatalkan.

Pemerintah Jepang akui kesalahan peringatan gempa

Pemerintah Jepang menyatakan menanggapi kesalahan peringatan gempa tersebut dengan serius.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengatakan kesalahan itu telah menimbulkan kekhawatiran dan berdampak pada masyarakat maupun sejumlah layanan.

"Kami telah menimbulkan banyak kekhawatiran dan membebani mereka yang mengungsi atau mengambil tindakan untuk memastikan keselamatan mereka, serta pihak lain seperti sistem transportasi dan dunia usaha yang terdampak," kata Kihara dalam konferensi pers pada Jumat.

Pejabat JMA juga menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan tersebut.

Badan meteorologi Jepang menegaskan bahwa sistemnya telah menghasilkan perkiraan yang terlalu besar terhadap kekuatan gempa di dekat Kamchatka.

JMA kini menyelidiki lebih lanjut bagaimana kesalahan penentuan lokasi pusat gempa dapat menghasilkan peringatan berkekuatan magnitudo 9,9.

Gempa M 9,9 jauh lebih kuat daripada gempa Jepang 2011

Magnitudo 9,9 yang sempat diumumkan JMA merupakan angka yang jauh lebih besar dibandingkan gempa besar yang mengguncang Jepang pada 11 Maret 2011.

Gempa pada 2011 memiliki kekuatan magnitudo 9,0 dan memicu tsunami besar di pesisir timur laut Jepang.

Bencana tersebut juga menyebabkan kecelakaan nuklir serius di Fukushima.

Menurut Kyodo News, apabila gempa magnitudo 9,9 benar-benar terjadi, energi yang dilepaskan akan mencapai sekitar 22 kali lipat energi gempa magnitudo 9,0 pada 2011.

Perbedaan besar itulah yang membuat kesalahan perkiraan magnitudo menjadi perhatian pemerintah Jepang.

Hokkaido dan wilayah sekitarnya sendiri termasuk kawasan yang sebelumnya telah mendapat imbauan JMA untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan gempa besar.

Peringatan kesiapsiagaan tersebut berkaitan dengan potensi gempa di sepanjang Palung Jepang dan Palung Chishima, yang berada di lepas pantai Jepang bagian utara.

Meski demikian, peringatan gempa magnitudo 9,9 pada Jumat telah resmi dibatalkan setelah JMA memastikan bahwa gempa sebenarnya terjadi di dekat Kamchatka dengan magnitudo 6,9 (*)

Editor: Arifin BH/Kompas

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.