15 October 2026

Get In Touch

Untag Surabaya Ditunjuk Kembali Jadi Penyelenggara PEKERTI dan AA

Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T.
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T.

SURABAYA (Lentera)– Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali ditunjuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk menyelenggarakan pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA). 

Penunjukan ini membuka peluang bagi Untag Surabaya untuk berkontribusi dalam peningkatan kompetensi dosen lintas perguruan tinggi.

Kewenangan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 114/B/KPT/2026 tertanggal 12 Oktober 2026. Untag Surabaya menjadi salah satu dari 74 perguruan tinggi yang mendapat kewenangan menyelenggarakan kedua program pelatihan tersebut.

Penetapan ini juga berkaitan dengan pengakuan hasil pelatihan sebagai salah satu persyaratan dalam proses Sertifikasi Pendidik untuk Dosen (Serdos), sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, PEKERTI dan AA tidak hanya menjadi sarana pengembangan profesional, tetapi juga bagian dari pemenuhan persyaratan pengembangan karier dosen.

PEKERTI dan AA memiliki fokus pembelajaran yang berbeda. PEKERTI membekali dosen dengan keterampilan dasar untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Sementara itu, AA atau Applied Approach menitikberatkan pada pendalaman kemampuan menerapkan pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran agar kegiatan perkuliahan lebih efektif.

Sesuai ketentuan kementerian, pelatihan PEKERTI dilaksanakan melalui 42 jam pembelajaran teori secara daring dan 63 jam pembimbingan tugas mandiri secara luring. Komposisi tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep pembelajaran, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh.

Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., mengatakan penunjukan kembali oleh kementerian menjadi tanggung jawab bagi kampus untuk memastikan pelatihan memberikan manfaat nyata bagi peserta.

Menurutnya, dosen yang mengikuti pelatihan memiliki latar belakang keilmuan dan lingkungan perguruan tinggi yang beragam. Karena itu, materi, metode, serta pendampingan perlu disesuaikan agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan mengajar.

“Menjadi penyelenggara PEKERTI dan AA bukan sekadar memenuhi ketentuan administratif. Ada tanggung jawab untuk memastikan dosen yang mengikuti pelatihan mendapatkan pengalaman belajar yang bermanfaat,” ujar Harjo, Kamis (15/10/2026).

Ia menambahkan, perubahan teknologi dan karakter mahasiswa turut menuntut dosen untuk terus memperbarui pendekatan pembelajaran. Penguasaan materi perkuliahan perlu disertai kemampuan membangun interaksi, mendorong pemikiran kritis, serta membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan memecahkan masalah.

“Dosen tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir dan memecahkan persoalan. Melalui PEKERTI, kami ingin mendorong dosen agar semakin terampil mengelola pembelajaran,” katanya.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, pelatihan PEKERTI di Untag Surabaya telah diikuti dosen dari sejumlah perguruan tinggi, termasuk peserta dari luar Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut memiliki jangkauan lintas wilayah dan dapat menjadi ruang berbagi pengalaman antartenaga pendidik.

Keterlibatan dosen dari berbagai institusi juga membuka kesempatan untuk bertukar praktik pengajaran dan memperkaya perspektif dalam mengelola pembelajaran. "Pengalaman tersebut penting karena tantangan pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penguasaan bidang ilmu, tetapi juga kemampuan menyampaikan pengetahuan secara efektif kepada mahasisw," ucapnya.

Melalui penyelenggaraan PEKERTI dan AA, Untag Surabaya diharapkan dapat memperluas kontribusi dalam pengembangan profesional dosen. "Pada akhirnya, peningkatan kompetensi pengajar perlu tercermin dalam kualitas proses pembelajaran, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.