AMBON (Lentera) - Bandara Internasional Pattimura Ambon membatalkan 17 penerbangan domestik pada 12-13 Oktober 2026, akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hingga menyebabkan jarak pandang di bandara maupun sejumlah bandara tujuan berada di bawah standar keselamatan penerbangan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton mengatakan jarak pandang di sejumlah wilayah penerbangan masih kurang dari 2.000 meter, sehingga berdampak pada keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang untuk memastikan operasional penerbangan sesuai dengan ketentuan keselamatan,” katanya di Ambon mengutip Antara, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, sebanyak 10 penerbangan dibatalkan, pada Senin (12/10/2026), sedangkan tujuh penerbangan lainnya dibatalkan, pada Selasa (13/10/2026).
Pada Senin, pembatalan meliputi penerbangan Trigana Air menuju Namrole dan Sanana, Smart Air menuju Wahai dan Banda Neira, Garuda Indonesia menuju Jakarta, Lion Air menuju Sorong, Surabaya, Langgur, dan Makassar, serta Wings Air menuju Ternate.
Sementara pada Selasa, pembatalan terjadi pada penerbangan Wings Air menuju Saumlaki dan Ternate, Batik Air menuju Makassar dan Nabire, Lion Air menuju Jakarta, Trigana Air menuju Moa, serta Garuda Indonesia menuju Jakarta.
Johan mengatakan, pihak bandara tetap mengoptimalkan pelayanan bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan, termasuk menjaga kenyamanan ruang tunggu, memastikan pendingin ruangan berfungsi dengan baik, serta menyiagakan petugas untuk memberikan informasi dan arahan.
Penumpang yang penerbangannya dibatalkan diarahkan menuju loket layanan pelanggan masing-masing maskapai, untuk mengurus pengembalian dana tiket (refund) atau penjadwalan ulang penerbangan (reschedule).
Ia menjelaskan, proses pengembalian dana, penjadwalan ulang, dan kompensasi sesuai ketentuan menjadi tanggung jawab maskapai, sedangkan pengelola bandara memastikan fasilitas terminal tetap berfungsi dan pelayanan kepada penumpang berjalan dengan baik.
Dirinya mengimbau, calon penumpang untuk memantau informasi terbaru dari maskapai sebelum berangkat ke bandara, mengingat kondisi kabut asap masih berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan.
Manajemen Bandara Internasional Pattimura Ambon menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan, yang dialami penumpang akibat kondisi tersebut dan menegaskan bahwa keputusan operasional penerbangan tetap mengutamakan keselamatan.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
