14 October 2026

Get In Touch

Dongkrak Minat Baca, Wali Kota Malang Minta Perpuskot Tambah Jam Operasional dan Hadirkan Kafe Literasi

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Kepala Dispussipda Kota Malang, meninjau wajah baru Perpustakaan Kota, Rabu (14/10/2026). (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Kepala Dispussipda Kota Malang, meninjau wajah baru Perpustakaan Kota, Rabu (14/10/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat minta Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispussipda) menambah jam operasional Perpustakaan Kota Malang (Perpuskot) hingga pukul 21.00 WIB, serta menghadirkan kafe literasi.

Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak minat baca masyarakat, khususnya generasi muda, melalui layanan perpustakaan yang lebih fleksibel dan suasana membaca yang lebih santai.

"Rata-rata pengunjung yang datang ke perpustakaan kota, itu juga membutuhkan jam malam. Sehingga saya meminta agar nanti bisa ditambah jam kerjanya sampai dengan jam 9 malam," ujar Wahyu, ditemui usai membuka Pekan Literasi, di Kantor Dispussipda Kota Malang, Rabu (14/10/2026). 

Di sisi lain, Wahyu menilai, pembaruan tampilan Perpustakaan Kota Malang saat ini, menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan masyarakat dengan kegiatan literasi. Menurutnya, suasana perpustakaan perlu dibuat lebih nyaman dan tidak terlalu formal agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, tertarik berkunjung.

Salah satu perubahan yang menarik perhatiaannya, yakni area membaca di lantai dua yang menghadap ke Jalan Ijen. Pemandangan tersebut menurut Wahyu, menjadi bagian dari suasana baru yang dapat dinikmati pengunjung saat membaca buku.

Wahyu juga mengaku, sempat berbincang dengan sejumlah pengunjung, termasuk mahasiswa dan masyarakat umum. Dari percakapan tersebut, dikatakannya, para pengunjung menyambut positif perubahan tampilan perpustakaan.

"Wajah baru ini memang dibuat agar masyarakat lebih dekat dengan literasi, agar perpustakaan tidak terkesan formal," katanya.

Untuk melanjutkan pengembangan tersebut, Wahyu juga mengusulkan, adanya kafe literasi di dalam perpustakaan. Fasilitas itu direncanakan menyediakan makanan ringan dan minuman sehingga pengunjung dapat menikmati suasana membaca yang lebih santai, menyerupai pengalaman berada di kafe.

Menurut Wahyu, konsep tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk datang dan membaca di perpustakaan.

Sementara itu, Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat untuk membahas penambahan maupun penataan personel terkait operasional jam kerja. Menurutnya, penyesuaian jam menjadi salah satu kebutuhan yang dapat segera ditindaklanjuti.

Selain memperpanjang jam layanan pada hari kerja, Dispussipda juga akan membahas kemungkinan membuka perpustakaan pada hari Minggu. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memberikan alternatif kegiatan bagi masyarakat yang berolahraga atau bersantai di kawasan CFD Jalan Besar Ijen.

Yayuk menyebut, berdasarkan arahan wali kota, perpustakaan pada hari Minggu kemungkinan dibuka hingga pukul 13.00 WIB. Sementara itu, pada hari kerja, Senin hingga Sabtu, jam operasional diusulkan diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB.

"Kalau sebelumnya, sampai saat ini, layanan di hari Minggu itu kami tutup. Kemudian untuk hari Senin sampai Sabtu, kami buka hingga jam 16.00," katanya. 

Namun, disinggung terkait rencana pembangunan kafe literasi, Yayuk menegaskan, hal tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Dijelaskannya, fasilitas tersebut membutuhkan pengadaan fisik dan sejumlah penambahan sarana.

"Perubahan APBD 2026 juga sudah selesai sehingga pengadaan fasilitas kafe literasi kemungkinan baru dapat diusulkan pada tahun anggaran 2027," kata Yayuk.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.