14 October 2026

Get In Touch

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Pengusaha Didorong Adaptif terhadap Teknologi

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya. (Amanah/Lentera)
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Kemampuan membaca peluang pasar, memanfaatkan teknologi, dan memperluas jejaring menjadi perhatian Komunitas Tangan Di Atas (TDA) dalam memperkuat daya saing pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 9.0 yang digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama, pada 13-15 Oktober 2026.

Forum nasional ini mempertemukan pengurus TDA dari lebih dari 121 kabupaten/kota di Indonesia untuk merumuskan program dan strategi organisasi selama periode 2026–2029.

Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, mengatakan Mukernas tidak hanya menjadi forum koordinasi pengurus, tetapi juga ruang untuk menyelaraskan program pusat dan daerah agar memberikan dampak nyata terhadap perkembangan bisnis anggota.

Menurutnya, Mukernas TDA 2026 mengangkat tema peningkatan kapasitas pengusaha untuk memperluas dampak ekonomi nasional melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan jejaring bisnis.

“Harapannya, setelah Mukernas ini, seluruh TDA daerah mampu membuat program yang selaras dengan apa yang dirancang TDA selama satu tahun ke depan. Ada harapan dan kesempatan yang dibawa para pengurus untuk memberikan dampak lebih luas bagi bisnis anggota di daerah masing-masing,” ujar Ferdian usai konferensi pers, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi pengusaha saat ini salah satunya adalah kemampuan mengidentifikasi sektor usaha yang memiliki peluang pertumbuhan. Pengusaha perlu memahami ke mana arah perkembangan ekonomi dan sektor mana yang memiliki potensi pasar.

Karena itu, pertukaran informasi antarpengusaha menjadi penting. "Melalui forum nasional, anggota diharapkan bisa berbagi pengalaman, membaca perkembangan industri, sekaligus mengantisipasi risiko bisnis pada sektor tertentu," tuturnya.

Ferdian menjelaskan, penguatan kapasitas anggota menjadi prioritas organisasi. TDA berupaya membantu pengusaha memperoleh informasi dan pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis, sebelum memperluas dampak program kepada masyarakat.

Selain membaca peluang pasar, pemanfaatan teknologi juga menjadi perhatian. TDA mendorong anggotanya mempelajari berbagai perangkat teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk membantu mempercepat pekerjaan dan meningkatkan efisiensi proses bisnis.

Menurut Ferdian, upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan, training, dan berbagi pengalaman mengenai penggunaan teknologi. Anggota juga diarahkan untuk mengenali berbagai pilihan pembelajaran, baik yang tersedia secara gratis maupun berbayar.

“Untuk mempercepat proses dan mengefisiensikan pekerjaan, kami mendukung para anggota untuk belajar teknologi. Ada pendekatan melalui pelatihan dan berbagi pengetahuan tentang penggunaan teknologi, termasuk AI,” ungkapnya.

Ferdian menjelaskan, pemilihan Surabaya sebagai tuan rumah Mukernas TDA 2026 mempertimbangkan dua hal, yakni nilai historis kota tersebut dan kesiapan pengurus daerah.

Surabaya dinilai memiliki sejarah panjang semangat perjuangan. Nilai tersebut dianggap relevan dengan kondisi pengusaha yang saat ini perlu terus beradaptasi dan berjuang menghadapi perubahan pasar serta tantangan bisnis.

Selain itu, TDA Surabaya dinilai memiliki kapasitas sumber daya, baik dari sisi pengurus maupun anggota, untuk menyelenggarakan kegiatan berskala nasional.

Sebelum menentukan lokasi, organisasi juga mempertimbangkan sejumlah daerah lain, termasuk Palembang dan Bogor. Surabaya kemudian dipilih setelah melalui proses nominasi dan kesepakatan di lingkungan organisasi.

Melalui Mukernas TDA 9.0, pihaknya berharap program yang dirumuskan tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan konkret di setiap daerah. 

"Dengan demikian, keberhasilan program nasional ini nantinya tidak hanya diukur dari keselarasan agenda organisasi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan anggota dalam mengembangkan dan mempertahankan bisnisnya di daerah masing-masing," tutupnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.