MADIUN (Lentera) – PT Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 31.267 ton untuk memenuhi kebutuhan petani di wilayah Madiun Raya menjelang musim tanam Oktober 2026–Maret 2027.
Stok per 7 Oktober 2026 tersebut disiapkan bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk wilayah Kabupaten dan Kota Madiun, Pacitan, Ponorogo, Magetan, serta Ngawi.
Persediaan itu terdiri dari 16.433 ton pupuk urea, 10.886 ton NPK Phonska, 3.764 ton pupuk organik Petroganik, 166 ton ZA, dan 19 ton NPK Kakao.
Kesiapan pasokan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan pemupukan petani selama musim tanam. Namun, kelancaran distribusi tetap menjadi faktor penting agar pupuk tersedia di tingkat petani saat dibutuhkan.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, perusahaan berupaya menjaga ketersediaan stok dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung penyaluran pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.
“Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada kendala apalagi pada saat musim tanam. Petani dapat mengoptimalkan stok pupuk bersubsidi ini sebaik-baiknya,” ujar Daconi dalam keterangan di Gresik, Selasa (13/10/2026).
Secara nasional, Petrokimia Gresik menyiapkan 443.436 ton pupuk bersubsidi hasil produksi perusahaan. Jumlah tersebut diklaim berada di atas ketentuan safety stock atau stok pengaman yang ditetapkan pemerintah.
Stok nasional itu terdiri dari 95.645 ton urea, 261.858 ton NPK Phonska, 70.054 ton Petroganik, 4.116 ton ZA, dan 11.763 ton SP-36.
Selain menjaga pasokan, perusahaan mendorong penerapan pemupukan berimbang untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan kesuburan tanah.
Daconi menyebutkan, hasil pengujian Petrokimia Gresik terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016 menunjukkan bahwa 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik rendah.
Menurut dia, kandungan karbon organik berperan dalam menjaga struktur tanah, mendukung aktivitas mikroorganisme, dan membantu ketersediaan unsur hara bagi tanaman.
“Penggunaan pupuk organik dan anorganik secara berimbang menjadi penting, bukan hanya untuk hasil panen saat ini, tetapi juga untuk keberlanjutan pertanian ke depan,” katanya.
Petrokimia Gresik menjelaskan, pupuk organik seperti Petroganik dapat membantu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Sementara itu, pupuk anorganik digunakan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman.
Sebagai salah satu contoh penerapan pemupukan berimbang pada tanaman padi, perusahaan memperkenalkan pola 5:3:2, yakni 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram NPK, dan 200 kilogram urea untuk lahan seluas satu hektare.
Meski demikian, dosis pemupukan perlu disesuaikan dengan kondisi tanah, kebutuhan tanaman, dan rekomendasi teknis pertanian setempat.
Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Petrokimia Gresik juga menggunakan sejumlah sistem digital, antara lain Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).
Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pengelolaan pergudangan, koordinasi transportasi, dan aktivitas kepelabuhanan yang berkaitan dengan pasokan bahan baku serta proses produksi pupuk. (*)
Repoter : Wiwiet Eko Prasetyo
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)
