05 October 2026

Get In Touch

Beredar, Video Diduga Pesta Sabu di Rutan Depok, Petugas Lakukan Investigasi

Video yang diduga memperlihatkan warga binaan Rutan Kelas I Depok menggunakan narkoba beredar di media sosial (Foto tangkapan layar video Instagram @dewanprewakilannetizen.id) -Kompas
Video yang diduga memperlihatkan warga binaan Rutan Kelas I Depok menggunakan narkoba beredar di media sosial (Foto tangkapan layar video Instagram @dewanprewakilannetizen.id) -Kompas

DEPOK (Lentera) -Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, Jawa Barat, menindaklanjuti informasi mengenai video yang beredar di media sosial dan diduga memperlihatkan sejumlah warga binaan tengah melakukan pesta narkoba.

Video tersebut diunggah oleh akun media sosial dewanperwakilannetizen.id. Dalam video itu, terlihat sejumlah pria berada di sebuah ruangan.

Salah seorang pria tampak memegang benda yang diduga sebagai alat isap sabu atau bong. Sementara itu, sejumlah pria lainnya terlihat berjoget mengikuti irama musik.

Video tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat karena para pria yang terekam diduga merupakan warga binaan yang menempati Rutan Kelas I Depok.

Menanggapi informasi tersebut, jajaran Rutan Kelas I Depok menyatakan telah melakukan pendalaman dan penelusuran secara internal.

Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I Depok Bogie Nurseto mengatakan, pihaknya tidak mengabaikan informasi yang disampaikan masyarakat melalui media sosial.

"Kami, jajaran pejabat struktural Rutan Kelas 1 Depok, sudah menerima adanya berita informasi yang saat ini beredar di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat," kata Bogie dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Menurut Bogie, pihak rutan masih melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi sebenarnya dari informasi yang beredar tersebut. 

"Menindaklanjuti hal tersebut, saat ini kami melaksanakan pendalaman, pengecekan, dan penelusuran secara internal untuk memastikan kondisi yang sebenarnya," ujar dia.

Bogie menegaskan, setiap informasi yang diterima masyarakat akan ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta di lapangan.

"Kami tidak mengabaikan setiap informasi yang disampaikan masyarakat. Setiap informasi menjadi perhatian, dan kami tindak lanjuti berdasarkan fakta serta hasil pengecekan di lapangan," kata dia.

Pemeriksaan Internal Masih Berlangsung

Bogie mengatakan, proses pemeriksaan internal terhadap informasi tersebut masih berlangsung.

"Untuk itu, saat ini kami masih melakukan pendalaman investigasi," ucap dia, mengutip dari Kompas.

Selain menelusuri video tersebut, Rutan Depok juga terus melakukan evaluasi dan memperkuat pengawasan terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas dan pelayanan di Rutan Depok berjalan sesuai arahan pimpinan, baik dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan maupun Kantor Wilayah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penerapan program Zero HALINAR, yakni upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.

"Kami juga terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan, untuk memastikan seluruh pelaksanaan tugas pelayanan, keamanan, dan ketertiban di Rutan Depok berjalan sesuai dengan arahan pimpinan, baik dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah, yaitu Zero Halinar (bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba)," ujar Bogie.

Rutan Depok menyebut pengawasan dan evaluasi dilakukan secara berkala di setiap lini. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.

Hingga saat ini, Rutan Depok belum menyampaikan hasil akhir pemeriksaan internal terhadap video tersebut.

Pihak rutan masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta di balik informasi yang beredar di media sosial.

Rutan Depok juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi, laporan, maupun masukan melalui saluran resmi.

Setiap informasi yang diterima akan menjadi bahan untuk dilakukan verifikasi dan evaluasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.