29 September 2026

Get In Touch

Lumpur Masuk ke Bangkai KM Virgo Transport 8, Ruang Gerak Penyelam Makin Terbatas

TNI AL menyerahkan tiga jenazah dan barang temuan dari KM Virgo Transport 8 kepada Basarnas untuk dilakukan identifikasi selanjutnya (Ant)
TNI AL menyerahkan tiga jenazah dan barang temuan dari KM Virgo Transport 8 kepada Basarnas untuk dilakukan identifikasi selanjutnya (Ant)

BANJARMASIN (Lentera) -Lumpur dan sedimen mulai masuk ke bagian dalam bangkai KM Virgo Transport 8.

Hal tersebut mempersempit ruang gerak tim penyelam yang mencari korban pada hari ke-15 operasi, Minggu (27/9/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengungkap kondisi bangkai  KM Virgo Transport 8 setelah menerima laporan dari On Scene Coordinator (OSC) penyelaman dari Basarnas Special Group (BSG).

Endapan Lumpur Batasi Jarak Pandang

Masuknya sedimen dan lumpur ke dalam kapal membuat jarak pandang penyelam menjadi sangat rendah. Kondisi ini diperparah dengan keberadaan benda-benda tajam yang tersebar di sekitar area penyelaman. 

"Karena feasibility (tingkat kemungkinan) rendah, kemudian di sana banyak barang-barang yang tajam dan berisiko," ujar Putu.

."Bisa melukai dan lain-lain, ini menjadi kendala yang sangat berisiko bagi keselamatan penyelam," tambahnya.

Minimnya visibilitas ini membuat penyelam harus bekerja ekstra hati-hati agar tidak terluka saat menyusuri ruang-ruang sempit di dalam kapal.

Kapal Belum Stabil, Ancam Keselamatan Penyelam

Selain masalah lumpur, badan kapal yang belum menemukan titik keseimbangan turut menyulitkan operasi pencarian.

Saat penyelam mencoba menembus sekitar 15 meter dari titik masuk, struktur kapal di titik tersebut kembali menunjukkan perubahan kestabilan.

"Begitu masuk ke dalam, itu ada perubahan stabilitas di dalam kapal. Sehingga tim penyelam itu tidak berani masuk lagi ke dalam kapal," jelas Putu.

Ancaman berikutnya datang dari tumpahan bahan bakar kendaraan yang berada di dalam kapal.

Rembesan bahan bakar ini menciptakan sejumlah zona berisiko tinggi yang tidak bisa dimasuki penyelam.

"Ini tidak berani untuk melaksanakan penyelaman di area-area yang memang sudah mengeluarkan chemical itu," imbuh Putu, dikutip dari Kompas.

Gas Mendekati Ambang Batas

Di kedalaman sekitar 27 meter, kepadatan gas atau gas density juga mendekati ambang batas aman bagi penyelam.

Situasi ini membuat waktu kerja penyelam di dalam air menjadi sangat terbatas hanya sekitar 20 menit meski memakai satu maupun dua tabung.

"Karena pengaruh gas atau gas density yang disampaikan oleh OSC selam," terang Putu.

Akibat rentetan kendala tersebut, Basarnas menyatakan penyelam belum bisa menjangkau seluruh kompartemen yang ada di KM Virgo Transport 8.

Dilansir dari Antara, Minggu (27/9/2026), sebanyak 172 dari total 243 penumpang kapal telah ditemukan hingga Sabtu (26/9/2026) pukul 19.00 Wita.

Dari jumlah itu, 108 orang dinyatakan selamat dan 64 orang meninggal dunia, sementara 71 orang lainnya masih dalam pencarian (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.