JAKARTA (Lentera) -Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan rekomendasi larangan beraktivitas dalam radius 13 kilometer (km) dari puncak Gunung Semeru, menyusul erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak pada Senin pagi.
Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, menyampaikan letusan Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur tersebut terekam pada pukul 10.00 WIB.
"Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 1 menit 34 detik. Kolom abu berwarna kelabu tebal teramati condong ke arah timur laut," kata dia.
Lana menegaskan saat ini Gunung Semeru bertahan pada Status Level III (Siaga), sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi.
Di luar jarak 13 km tersebut, lanjutnya, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jangkauan 17 kilometer dari puncak.
Mengutip Antara, Badan Geologi menetapkan zona bahaya radius lima km dari kawah atau puncak Gunung Semeru yang harus steril dari aktivitas warga maupun wisatawan akibat ancaman lontaran batu pijar.
Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, serta banjir lahar hujan di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak, khususnya di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
"Perkembangan aktivitas dan rekomendasi teknis dapat dipantau melalui magma.esmd.go.id badan geologi," kata Lana (*)
Editor: Arifin BH





.jpg)
