21 September 2026

Get In Touch

20.000 Struktur Kuno Tersembunyi di Amazon

20.000 Struktur Kuno Tersembunyi di Amazon

SURABAYA ( LENTERA ) - Selama bertahun-tahun, hutan Amazon kerap dibayangkan sebagai bentang alam liar yang nyaris tidak tersentuh manusia. Namun, teknologi pemetaan modern perlahan mengubah gambaran tersebut.

Di balik kanopi hutan hujan yang sangat lebat, para peneliti menemukan jejak masyarakat kuno dalam jumlah yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Menggunakan pesawat yang dilengkapi teknologi pemindai laser, mereka mengidentifikasi ratusan struktur tanah buatan manusia yang selama berabad-abad tersembunyi dari pandangan.

Temuan itu mengarah pada perkiraan mengejutkan: wilayah yang dahulu dihuni peradaban Aquiry di Amazon barat daya kemungkinan menyimpan lebih dari 20.000 earthwork, atau struktur tanah buatan manusia.

Studi yang dipimpin arkeolog Martti Pärssinen dari University of Helsinki tersebut dipublikasikan di jurnal Nature pada 29 Juli 2026. 

Laser membaca permukaan tanah 

Teknologi yang menjadi kunci penemuan tersebut adalah LiDAR atau Light Detection and Ranging. Sistem ini bekerja dengan memancarkan pulsa cahaya dari udara ke permukaan bumi, kemudian mengukur pantulan cahaya tersebut.

Keunggulan LiDAR adalah kemampuannya memetakan bentuk permukaan tanah meskipun area tersebut tertutup vegetasi yang sangat rapat. Dengan mengolah pantulan laser, peneliti dapat memperoleh gambaran mengenai kontur tanah, termasuk gundukan, parit, jalan, dan pola geometris yang sulit terlihat dari permukaan.

Dalam penelitian terbaru, tim melakukan survei LiDAR terhadap area sekitar 4.497 kilometer persegi di Amazon barat daya, Brasil. Hasilnya menunjukkan 432 earthwork, dengan 396 di antaranya sebelumnya belum terdokumentasi. 

Struktur tersebut tidak semuanya berbentuk sama. Para peneliti menemukan parit dan gundukan tanah yang disusun menjadi pola geometris, antara lain persegi, persegi panjang, dan lingkaran.

Penemuan itu menjadi penting karena survei sebelumnya belum mampu melihat keseluruhan skala pembangunan masyarakat kuno di wilayah tersebut.

Jejak peradaban Aquiry

Struktur-struktur tersebut dikaitkan dengan peradaban Aquiry, sebuah kebudayaan pra-Columbus yang berkembang di Amazon barat daya sekitar 600 SM hingga 850 M.
Pengetahuan mengenai kehidupan masyarakat Aquiry masih terbatas. Namun, keberadaan geoglif dan earthwork berukuran besar menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan mengorganisasi tenaga, membangun struktur monumental, serta mengubah lanskap dalam skala yang cukup besar.

Salah satu situs yang menarik perhatian peneliti adalah D. Schaan. Situs ini memperlihatkan kompleks earthwork berbentuk persegi panjang bertingkat dalam skala monumental, sejumlah enklave berbentuk persegi, serta jalan-jalan lebar yang menghubungkan berbagai bagian kawasan.

Martti Pärssinen menyebut penemuan tersebut sebagai sesuatu yang menakjubkan karena lanskap yang sangat kompleks itu selama ini tersembunyi di bawah kanopi hutan Amazon.
“Bagi saya, sungguh menakjubkan menemukan lanskap sekompleks itu tersembunyi di bawah kanopi lebat hutan Amazon,” ujar Pärssinen, seperti dikutip IFLScience. 

Fungsi pasti setiap struktur belum dapat dipastikan. Namun, peneliti menduga sejumlah kompleks tersebut berkaitan dengan kegiatan seremonial, politik, dan pertemuan masyarakat.
Bayangan sederhananya, kawasan itu kemungkinan bukan sekadar tempat tinggal. 

Beberapa kompleks dapat berfungsi sebagai pusat berkumpulnya masyarakat untuk menjalankan ritual, menggelar perayaan, mengambil keputusan bersama, atau menghadapi persoalan sosial dan politik.

Temuan di lapangan ternyata kemungkinan baru sebagian kecil dari keseluruhan warisan Aquiry.

Wilayah budaya Aquiry diperkirakan mencakup sekitar 183.000 kilometer persegi. Setelah hasil survei dibandingkan dan diekstrapolasi dengan sejumlah metode independen, peneliti memperkirakan wilayah tersebut dapat menyimpan lebih dari 20.000 earthwork. Analisis lain dalam studi bahkan menghasilkan kisaran sekitar 24.000 hingga 30.000 struktur.

Skala tersebut cukup mengejutkan. Pasalnya, wilayah Aquiry hanya mencakup kurang dari 3 persen Greater Amazonia, tetapi berpotensi memiliki jumlah struktur tanah kuno yang sangat besar.

Temuan itu juga memberikan gambaran baru mengenai jumlah penduduk masa lalu.
Pada periode puncaknya, sekitar 100–300 M, para peneliti memperkirakan wilayah Aquiry menopang sekitar 1,25 juta hingga 3 juta penduduk. Angka tersebut merupakan estimasi konservatif berdasarkan bukti arkeologi, penanggalan, dan pola persebaran struktur. 

Dengan LiDAR, hutan Amazon kini seolah membuka arsip sejarah yang selama ribuan tahun tertutup pepohonan. Apa yang sebelumnya tampak sebagai hutan tanpa jejak peradaban ternyata menyimpan jaringan struktur, jalan, dan pusat aktivitas masyarakat kuno.(far,ist/dya)
 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.