04 September 2026

Get In Touch

1.000 Orang di Swiss Kubur Celana Dalam Demi Sains, Ini Hasilnya

1.000 Orang di Swiss Kubur Celana Dalam Demi Sains, Ini Hasilnya

SURABAYA ( LENTERA ) - Hampir 1.000 orang di Swiss ramai-ramai mengubur celana dalam di tanah. Bukan untuk ritual atau iseng, melainkan bagian dari penelitian untuk mengukur aktivitas biologis tanah.

Dalam proyek citizen science, peserta mengubur lebih dari 2.000 celana dalam berbahan katun dan sekitar 12.000 kantong teh di hampir 1.000 lokasi. Pakaian dalam tersebut kemudian digali setelah satu dan dua bulan, dikeringkan, difoto, dan dianalisis peneliti.

Hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal Plants, People, Planet pada Agustus 2026.

Mengapa celana dalam?Katun sebagian besar tersusun dari selulosa yang dapat diuraikan mikroorganisme tanah. Semakin cepat kain hancur, semakin tinggi aktivitas biologis yang berlangsung di dalam tanah.

Para peneliti menggunakan temuan tersebut untuk membuat indikator yang disebut Underpants Index.

Setelah satu bulan, rata-rata sekitar 10 persen kain telah terurai. Setelah dua bulan, penguraiannya meningkat menjadi sekitar 50 persen, meski hasilnya berbeda menurut lokasi.
Kebun pribadi mencatat tingkat penguraian tertinggi, rata-rata sekitar 58 persen setelah dua bulan. Berikutnya lahan pertanian 51 persen, padang rumput permanen 47 persen, dan halaman rumput atau lawn sekitar 40 persen.

Kebun pribadi juga cenderung memiliki kandungan karbon organik dan nutrisi lebih tinggi sehingga aktivitas biologisnya lebih besar.

Namun, celana dalam yang cepat hancur tidak otomatis berarti tanah tersebut sehat dalam semua aspek. Metode ini terutama mengukur aktivitas biologis, bukan penilaian menyeluruh terhadap kesehatan ekosistem tanah.

Di balik eksperimen yang terdengar unik, ada persoalan serius. Tanah merupakan ekosistem yang dihuni bakteri, fungi, cacing, serangga, dan organisme lainnya. Mereka membantu menguraikan bahan organik, mendaur ulang nutrisi, menyimpan karbon dan menjaga fungsi ekosistem.

University of Zurich menyebut lebih dari separuh keanekaragaman hayati global diperkirakan berada di dalam tanah.
Karena itu, penelitian semacam ini mencoba membuat aktivitas yang tidak terlihat tersebut lebih mudah dipahami masyarakat.

Metode mengubur pakaian katun sebenarnya bukan hal baru. USDA Natural Resources Conservation Service (NRCS) di Amerika Serikat memiliki program Soil Your Undies Challenge. Peserta diminta mengubur celana dalam katun setidaknya selama 60 hari, kemudian melihat seberapa banyak kain yang telah diuraikan mikroorganisme.

Semakin rusak celana dalam ketika digali, semakin aktif proses penguraian bahan organik di tanah.

Proyek Swiss tersebut merupakan bagian dari upaya memahami kondisi tanah dalam menghadapi perubahan lingkungan dan iklim.
Penelitian sebelumnya dari proyek yang sama menggunakan data dari 880 lokasi di Swiss dan menemukan hubungan antara kandungan humus dan aktivitas penguraian. Tanah dengan kandungan humus lebih tinggi menunjukkan aktivitas biologis yang lebih besar.

Bahan organik juga penting karena membantu tanah menyimpan air dan mempertahankan fungsi biologis ketika menghadapi kondisi kering.Semakin cepat celana dalam katun terurai, semakin aktif pula organisme yang bekerja di dalam tanah.(far,ist/dya)

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.