30 August 2026

Get In Touch

Massa Minta  Bupati Gowa Mundur

Massa Desak Bupati Gowa Husniah Talenrang mundur, mereka menggembok gerbang Kantor Pemerintahan Kabupaten Gowa, Jumat (28/8/2026). (Foto: iNews Celebes)
Massa Desak Bupati Gowa Husniah Talenrang mundur, mereka menggembok gerbang Kantor Pemerintahan Kabupaten Gowa, Jumat (28/8/2026). (Foto: iNews Celebes)

GOWA (Lentera) - Warga Kabupaten Gowa menilai keputusan yang dikeluarkan Bupati Gowa Sitti Husniah  tidak memenuhi syarat administrasi yang benar dan tidak melalui prosedur-prosedur yang benar. Ratusan mahasiswa dan masyarakatpun menggelar aksi di depan Kantor Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (28/8/2026). Mereka menuntut agar Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mundur dari jabatannya.

Tak hanya menuntut bupati mundur, mereka juga menggembok gerbang kantor pemerintahan tersebut sebagai simbol penolakan terhadap kepemimpinan Husniah.

Aksi demonstrasi oleh massa yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Anti Kesewenang-wenangan Bupati Gowa digelar di Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu. Mereka membawa sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintahan daerah, terutama persoalan mutasi dan penonaktifan sejumlah pejabat.

"Hari ini tidak lain terkait penyampaian pendapat sebagai masyarakat Gowa. Hari ini menunjukkan semangat orang Gowa dalam memperjuangkan hak-hak dan kebenaran," kata Indra dikutip dari iNews Celebes, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, massa juga meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) turun langsung ke Gowa untuk memeriksa kebijakan yang dikeluarkan Bupati Husniah.

"Kami meminta kepada Mendagri dan BKN untuk segera turun ke Kabupaten Gowa memeriksa Husniah Talenrang. Sebab, kami menganggap semua keputusan yang diambil tidak memenuhi syarat administrasi yang benar dan tidak melalui prosedur-prosedur yang benar," ujarnya.

Massa menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pejabat di lingkungan Pemkab Gowa. Mereka juga menyoroti potensi dampak kebijakan mutasi terhadap ASN dan sejumlah unsur pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan.

Indra mengklaim sejumlah ASN berpotensi tidak menerima gaji bulan berikutnya akibat persoalan mutasi yang mereka soroti.

"Teman-teman ASN ini berpotensi tidak menerima gaji bulan depan akibat potensi mutasi yang tidak dilakukan oleh Husniah Talenrang," katanya.

Massa juga menyebut pembayaran gaji kepala desa, tenaga kesehatan, kepala dusun, hingga kepala lingkungan berpotensi terdampak.

"Selain itu juga, gaji-gaji kepala desa, nakes, dusun, lingkungan itu berpotensi tidak dicairkan dalam bulan ini," ujarnya.

Suasana aksi semakin tegang ketika massa memasang rantai dan gembok di gerbang Kantor Bupati Gowa. Penggembokan itu sebagai bentuk simbolis bahwa massa menolak Husniah kembali berkantor di lingkungan Pemkab Gowa.

Jenderal lapangan aksi, Indra Gunawan, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat Gowa.

Indra menegaskan penggembokan tersebut menjadi pesan bahwa massa tidak lagi menginginkan Husniah berkantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa.

"Hari ini kami melakukan secara simbolis. Masyarakat Gowa melakukan penyegelan Kantor Bupati dengan cara menggembok dengan rantai. Ini simbolis bahwa masyarakat Gowa tidak ingin lagi Husniah Talenrang datang berkantor di Pemda Gowa. Tidak perlu lagi datang," ucapnya

Selain mendesak Bupati Gowa mundur, massa meminta pemerintah pusat segera turun tangan menangani persoalan pemerintahan yang mereka persoalkan. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.