Anggota DPRD Apresiasi Dinkes Siapkan 11 Ruang Oksigen bagi Masyarakat Terdampak Kabut Asap
PALANGKA RAYA (Lentera) - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mendukung dan mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya yang menyiapkan ruang oksigen di 11 Puskesmas sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap dan penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah tersebut guna memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan, terutama ketika kualitas udara di wilayah setempat memburuk. "Kami mengapresiasi upaya Pemkot Palangka Raya yang telah menyediakan ruang oksigen di 11 Puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah, sebagai langkah antisipasi ketika terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang, menurun," papar Hasan, Kamis (27/8/2026).
Sebanyak 11 ruang oksigen tersebut tersebar di sejumlah Puskesmas dan fasilitas kesehatan yang ada di Kota Palangka Raya, diantaranya Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai Rakumpit dan Tangkiling.
Hasan menjelaskan, selain menyediakan 11 ruang oksigen, pihak Dinkes Palangka Raya juga mengoptimalkan peran Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di 30 kelurahan guna memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan ketika mengalami gangguan pernafasan.
"Jika masyarakat mengalami batuk, pilek atau gejala infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), kami mengimbau agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat yang disediakan pemerintah," ucapnya.
Berdasarkan data hasil pemantauan per 26 Agustus 2026, Dinkes Palangka Raya melaporkan ada 136 kasus ISPA yang ditangani di 11 Puskesmas di Kota Palangka Raya.
Adapun kasus tersebut tercatat di Puskesmas Pahandut 26 kasus, Kayon 21 kasus, Bukit Hindu 19 kasus, Kereng Bangkirai 17 kasus, Menteng 14 kasus, Jekan Raya dan Tangkiling masing-masing 13 kasus, Panarung 5 kasus, Marina Permai 4 kasus, Rakumpit 2 kasus dan Kalampangan 2 kasus.
"Selain mengandalkan fasilitas kesehatan, kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama kondisi udara yang kurang baik, antara lain dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat keluar rumah," tutur Hasan.
Ia juga mengingatkan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang sebelumnya sudah mengidap penyakit pernafasan, untuk lebih berhati-hati ketika terjadi peningkatan kabut asap.
"Mari bersama-sama kita menjaga kesehatan dan selalu waspada, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernafasan," tutupnya. (*)
Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
