31 August 2026

Get In Touch

Wiwin Sumrambah Dorong Warga Jombang Jadi Masyarakat Kreatif dan Mandiri di Era Digital

Peserta Sosialisasi Penguatan Sinergi Sosial dan Organisasi dalam Mewujudkan Masyarakat yang Berdaya di Dusun Mundusewu, Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
Peserta Sosialisasi Penguatan Sinergi Sosial dan Organisasi dalam Mewujudkan Masyarakat yang Berdaya di Dusun Mundusewu, Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

JOMBANG (Lentera) – Anggota DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mendorong masyarakat memperkuat kapasitas diri, kreativitas dan kemampuan berorganisasi agar mampu menangkap peluang ekonomi di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penerima program, tetapi harus memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang dan membangun kemandirian.

Hal itu disampaikan Wiwin saat Sosialisasi Penguatan Sinergi Sosial dan Organisasi dalam Mewujudkan Masyarakat yang Berdaya di Dusun Mundusewu, Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Wiwin mengungkapkan, pemberdayaan masyarakat harus berjalan dari penguatan sumber daya manusia. Pendidikan, akses teknologi, literasi digital hingga kemampuan mengelola organisasi perlu berjalan beriringan agar masyarakat mampu menghadapi perubahan ekonomi dan sosial.

Data BPS mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur pada 2025 mencapai 76,13, naik 1,035 persen dibandingkan 2024. Bagi Wiwin, peningkatan kualitas manusia harus diterjemahkan menjadi kemampuan nyata masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

“Pembangunan manusia jangan berhenti pada angka. Kita harus memastikan masyarakat punya kemampuan untuk berkembang, kreatif, produktif dan mandiri,” ungkap Wiwin, Kamis (27/08/2026).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut juga mendorong masyarakat meningkatkan literasi digital. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan, mengembangkan usaha, memasarkan produk dan membuka peluang ekonomi baru.

“Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Masyarakat harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang,” katanya.

Selain penguatan individu, Wiwin meminta organisasi masyarakat membangun tata kelola yang transparan, mandiri dan adaptif. Organisasi harus mampu mengelola sumber daya, memperkuat kapasitas anggotanya, sekaligus menjaga keberlanjutan kegiatan.

Wiwin juga menekankan pentingnya partisipasi dan gotong royong masyarakat dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi maupun lingkungan. Ia mendorong setiap komunitas menggali potensi lokal dan mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi maupun sosial.

“Setiap daerah punya potensi. Tinggal bagaimana kita punya SDM yang mampu melihat, mengolah dan mengembangkannya. Kreativitas itulah yang membuat masyarakat punya daya,” tegasnya.

Menurut Wiwin, masyarakat berdaya bukan masyarakat yang tidak membutuhkan pemerintah, melainkan masyarakat yang mampu menggunakan dukungan pemerintah untuk kemudian tumbuh, produktif dan semakin mandiri.

“Bantuan harus menjadi pijakan untuk tumbuh, bukan membuat masyarakat terus bergantung. Target akhirnya adalah kemandirian,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Pradhita
Editor: Lutfiyu Handi

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.