PALANGKA RAYA (Lentera) - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya untuk memastikan Air Quality Monitoring System (AQMS) beroperasi dengan baik dan menyajikan data yang akurat, terutama selama musim kemarau di mana risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat.
Khemal Nasery mengatakan keberadaan AQMS sangat penting sebagai sumber informasi kualitas udara yang menjadi acuan bagi pemerintah maupun masyarakat, dalam mengambil langkah antisipasi ketika terjadi penurunan kualitas udara akibat kabut asap.
"Kami meminta kepada DLH untuk memastikan alat AQMS berfungsi secara optimal dan menghasilkan data yang akurat," papar Khemal, Sabtu (8/8/2026).
Ia menilai informasi kualitas udara harus dapat diakses masyarakat sebagai dasar untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi karhutla.
Lebih lanjut ia mengatakan, data kualitas udara yang akurat akan membantu pemerintah mengambil kebijakan secara cepat, seperti pemberian imbauan penggunaan masker, pembatasan aktivitas luar ruangan, hingga langkah-langkah penanganan lainnya apabila kondisi udara memburuk.
Selain itu Khemal menyarankan agar perawatan dan kalibrasi alat dilakukan secara berkala sehingga hasil pemantauan tetap valid dan dapat dipercaya.
Keandalan sistem pemantauan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
"Kami berharap DHL terus memperkuat sistem pemantauan lingkungan serta menyampaikan informasi kualitas udara secara berkala, agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipatif selama musim kemarau dan karhutla," pungkasnya. ()
Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
