25 July 2026

Get In Touch

KPK Geledah Kantor CV DKK di Lombok Barat dan Bawa Tiga Koper Dokumen 

KPK menggeledah CV DKK di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (24/7/2026). (ist)
KPK menggeledah CV DKK di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (24/7/2026). (ist)

MATARAM (Lentera) - Dari hasil penggeledahan kantor CV Dyas Karya Konstruksi (DKK) di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (24/7/2026), Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa tiga koper berisi dokumen. Penggeledahan berkaitan dengan dugaan korupsi di Kabupaten Lombok Barat.

Ketua RT setempat Firmansyah, yang menjadi saksi penggeledahan, mengatakan tim KPK membawa sejumlah dokumen yang dikemas dalam tiga koper. Penggeledahan berlangsung di kantor CV DKK yang menempati sebuah rumah di BTN Mavilla Rengganis sejak pukul 10.40 Wita hingga 19.08 Wita.

"Selain dokumen, saya juga melihat telepon seluler milik orang yang bekerja di dalam rumah itu. Itu saja yang saya lihat, tidak ada yang lain," katanya melansir antara.

Terkait dengan yang bukti lainnya seperti komputer jinjing, kamera CCTV, atau perangkat elektronik lainnya, Firmansyah mengaku tidak melihat penyidik membawa barang barang itu.

Kantor CV DKK diduga menjadi lokasi yang berkaitan dengan perkara dugaan korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Lombok Barat tahun anggaran 2025-2026. Dalam perkara itu KPK, menduga Bupati Lombok Barat Ahmad Zaini dan Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (AMGM), Sudirman, menerima uang sebesar Rp10,6 miliar dari dugaan monopoli 32 proyek senilai Rp17,9 miliar

"Saya tidak begitu tahu tentang keberadaan CV ini. Orang-orang yang di dalam juga tidak begitu saya kenal. Tempat ini tertutup," ujarnya.

Menurut Firmansyah, selama ini tidak terlihat aktivitas yang mencolok di rumah tersebut. "Saya tidak pernah melihat orang lalu lalang. Penghuninya memang melapor, tetapi aktivitasnya saya tidak tahu," katanya.

Saat ditanya apakah pernah melihat Direktur PT Air Minum Giri Menang (AMGM) Sudirman datang ke lokasi, Firmansyah mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya tidak tahu karena orang-orang yang di dalam juga tidak saya kenal," ujarnya.

Ia menambahkan rumah tersebut lebih tampak seperti rumah indekos daripada kantor.

"Setahu kami itu seperti indekos. Namun, saya juga tidak mengetahui pemiliknya," katanya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.