22 July 2026

Get In Touch

Bupati Trenggalek Pantau Langsung Kinerja BUMD, Sejumlah Program Jadi Sorotan

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memimpin forum evaluasi kinerja BUMD di Gedung Smart Center, Selasa (21/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, direksi BUMD memaparkan capaian kinerja dan target yang akan dievaluasi setiap triwulan.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memimpin forum evaluasi kinerja BUMD di Gedung Smart Center, Selasa (21/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, direksi BUMD memaparkan capaian kinerja dan target yang akan dievaluasi setiap triwulan.

TRENGGALEK (Lentera) - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengevaluasi langsung kinerja empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan mewajibkan setiap direktur memaparkan capaian dan target kerjanya setiap tiga bulan. Dalam evaluasi tersebut, sejumlah strategi untuk meningkatkan pelayanan, efisiensi hingga pengembangan bisnis BUMD menjadi perhatian agar target kinerja dapat tercapai bahkan terlampaui.

 Forum evaluasi yang berlangsung di Gedung Smart Center Trenggalek, Selasa (21/7/2026), dimanfaatkan Mas Ipin untuk memberikan berbagai masukan, koreksi, dan arahan kepada masing-masing direksi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah upaya meningkatkan efisiensi operasional, termasuk mendorong PDAM mengkaji penggunaan panel surya sebagai sumber energi bagi mesin pompa air apabila dinilai lebih hemat dibanding biaya listrik saat ini.

 Tak hanya itu, Mas Ipin juga meminta BUMD lebih gencar mengenalkan berbagai program unggulan kepada masyarakat dengan melibatkan kreator konten. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap layanan maupun produk yang dimiliki BUMD.

 Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati, mengatakan forum tersebut akan menjadi agenda rutin sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap kinerja seluruh BUMD.

 "Pak Bupati mengharapkan setiap triwulan seluruh direktur BUMD memaparkan capaian kinerjanya. Dari forum ini akan terlihat target mana yang sudah tercapai dan apa saja yang masih perlu didorong," ujar Cusi.

 Menurutnya, evaluasi dilakukan tidak hanya untuk menilai hasil kerja, tetapi juga merumuskan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi masing-masing BUMD.

 "Setiap triwulan mereka harus menyampaikan capaian sesuai target yang telah ditetapkan. Kemudian dievaluasi apa kekurangannya, target apa yang perlu dikejar, serta arahan dari Pak Bupati agar BUMD bisa berkembang lebih baik. Harapannya di akhir tahun target bisa tercapai bahkan melampaui yang sudah ditetapkan," jelasnya.

 Cusi menambahkan, arahan yang diberikan kepala daerah akan terus dipantau pelaksanaannya pada evaluasi berikutnya sehingga setiap BUMD memiliki tindak lanjut yang jelas.

 "Pak Bupati langsung menyoroti hal-hal yang harus dipacu oleh masing-masing BUMD. Semua masukan itu wajib ditindaklanjuti dan akan dicek kembali pada evaluasi berikutnya," katanya.

 Dalam forum tersebut juga disoroti sejumlah program yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Di antaranya Program Kredit Pedagang Pasar (Gangsar) milik BPR Jwalita Perseroda yang telah berjalan sejak 2016 untuk membantu pedagang pasar memperoleh akses pembiayaan sekaligus menghindari praktik rentenir.

 Selain itu, Program Arisan Sinar juga mendapat perhatian karena jumlah pesertanya terus meningkat. Dari target 4.000 peserta, hingga kini tercatat lebih dari 3.800 orang telah bergabung.

 "Untuk PDAM, selain meningkatkan pelayanan juga harus mengembangkan bisnis air minum dalam kemasan agar keuntungan usaha dapat mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sementara PT JET juga akan mengembangkan program Sangu Sampah yang nantinya disertai pemberian reward kepada sekolah-sekolah," tutup Cusi. (*)

 

 

Reporter: Herlambang
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.