PALANGKA RAYA (Lentera) - Belakangan ini isu lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer/questioning (LGBTQ) kembali menyita perhatian publik dan menjadi topik pembahasan di tingkat nasional.
Menanggapi isu tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengatakan jika penguatan edukasi kepada masyarakat merupakan hal yang lebih penting dibandingkan hanya memperdebatkan topik tersebut.
"Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu ditanamkan pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai sosial dan budaya agar bisa menyikapi secara bijaksana terhadap informasi-informasi yang berkembang," papar Hasan, Rabu (15/7/2026).
Ia menekankan, pembinaan terhadap generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Hasan juga menegaskan, upaya membangun karakter generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dalam hal ini, keluarga memiliki peran utama sebagai lingkungan pendidikan pertama, kemudian diperkuat melalui pendidikan di sekolah, oleh tokoh masyarakat, hingga oleh lingkungan sosial.
Selain itu, penguatan pendidikan karakter menjadi salah satu langkah preventif yang perlu dilakukan secara konsisten. Melalui pembinaan sejak dini akan membantu generasi muda memahami nilai-nilai yang berlaku di lingkungan sosial, sekaligus membangun sikap yang bertanggung jawab.
"Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui penguatan pendidikan karakter dan pembinaan secara konsisten, serta dengan kerjasama semua pihak," tegasnya.
Ia menambahkan, setiap permasalahan perlu dibahas lewat komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang bijaksana sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh.
Selebihnya Hasan menyatakan jika DPRD Kota Palangka Raya akan terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada penguatan edukasi masyarakat serta pembangunan karakter sebagai bagian dari upaya untuk menjaga ketahanan sosial daerah.
"DPRD akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam rangka mendukung berbagai program edukasi yang bertujuan memperkuat ketahanan sosial daerah dan membentuk pribadi generasi muda yang bijaksana serta tangguh menghadapi perubahan terhadap penilaian status gender," pungkasnya. (*)
Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
