26 June 2026

Get In Touch

Rahasia Diet Ketat Lionel Messi: Tinggalkan Pizza dan Soda

Rahasia Diet Ketat Lionel Messi: Tinggalkan Pizza dan Soda

SURABAYA ( LENTERA ) - Di balik performanya yang tetap terjaga di usia yang tidak lagi muda, Lionel Messi ternyata tidak hanya mengandalkan latihan keras di lapangan. Pemain asal Argentina itu juga menjalani pola hidup disiplin, termasuk menjaga pola makan selama bertahun-tahun.

Salah satu kebiasaan yang paling dikenal dari gaya hidup Messi adalah keputusan untuk meninggalkan dua makanan yang banyak digemari, yakni pizza dan minuman bersoda. Kebiasaan tersebut disebut telah ia jalani selama sekitar 12 tahun terakhir sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi fisik dan performanya.

Mengutip laporan The Standard pada 16 Juni 2026, pola makan Messi disusun secara terstruktur dengan bantuan tim nutrisi. Fokus utamanya adalah mengurangi konsumsi gula rafinasi serta karbohidrat sederhana yang dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Diet Messi bertumpu pada lima komponen utama yang dianggap membantu menjaga energi, pemulihan tubuh, serta kebugaran atlet.
Komponen pertama adalah hidrasi. Messi menjaga asupan cairan dengan banyak mengonsumsi air putih untuk membantu tubuh tetap bekerja optimal, terutama dengan aktivitas fisik yang tinggi.

Selanjutnya, ia mengandalkan minyak zaitun extra virgin sebagai salah satu sumber lemak sehat. Minyak ini digunakan dalam menu hariannya sebagai pilihan yang lebih baik dibandingkan lemak dari makanan olahan.

Messi juga memasukkan biji-bijian utuh sebagai sumber karbohidrat kompleks. Berbeda dengan karbohidrat sederhana, makanan dengan indeks glikemik lebih rendah dapat membantu menyediakan energi secara lebih stabil dan tidak cepat membuat tubuh mengalami perubahan gula darah secara drastis.

Selain itu, buah dan sayuran menjadi bagian penting dalam menu hariannya. Kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan dari makanan tersebut membantu tubuh menghadapi stres oksidatif akibat aktivitas olahraga berat.

Salah satu menu yang menggambarkan pola makan Messi adalah ayam panggang dengan sayuran akar. Hidangan tersebut biasanya dibuat dengan bumbu sederhana, sedikit garam, serta tambahan minyak zaitun.

Prinsipnya adalah memilih makanan alami dengan kandungan nutrisi tinggi tanpa pengolahan berlebihan.

Kebiasaan makan sehat Messi juga berkaitan dengan nasihat mantan pelatihnya, Pep Guardiola, pada 2014. Saat itu, Guardiola mengingatkan bahwa mempertahankan karier di level tertinggi membutuhkan perubahan gaya hidup, termasuk memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Sejak mendapat arahan tersebut, Messi disebut mulai menjauh dari pizza dan minuman bersoda. Keputusan sederhana itu menjadi bagian dari perubahan gaya hidup yang mendukung kariernya hingga bertahun-tahun.

Pola makan Messi sejalan dengan prinsip nutrisi olahraga modern yang banyak dianut atlet profesional, yaitu mengutamakan protein berkualitas, karbohidrat kompleks, lemak sehat, serta makanan kaya vitamin dan mineral.

Meski demikian, ahli kesehatan mengingatkan bahwa pola makan atlet seperti Messi tidak bisa langsung diterapkan semua orang tanpa penyesuaian. Kebutuhan nutrisi setiap individu berbeda, tergantung usia, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan tujuan masing-masing.

Bagi masyarakat umum, pelajaran yang bisa diambil bukan soal harus meninggalkan semua makanan favorit, melainkan membangun kebiasaan sehat secara konsisten. Mengurangi makanan tinggi gula, memilih sumber nutrisi yang lebih baik, cukup minum, dan menjaga keseimbangan makan menjadi langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(wid,ist/dya)

--

Kombinasi Berbahaya Soda dan Pizza

Pizza dan minuman bersoda sering dianggap sebagai pasangan yang sulit dipisahkan. Perpaduan roti panggang, keju, saus, dan topping gurih terasa semakin lengkap ketika ditemani segelas soda dingin. Namun, di balik kenikmatan tersebut, ahli kesehatan mengingatkan ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan jika kebiasaan ini terlalu sering dilakukan.

Pizza sendiri umumnya mengandung karbohidrat olahan dari adonan tepung, lemak jenuh dari keju atau topping tertentu, serta kadar garam yang cukup tinggi. Ketika dikombinasikan dengan minuman bersoda yang kaya gula tambahan, asupan kalori dalam satu kali makan dapat meningkat secara signifikan.

Menurut laporan kesehatan yang dikutip dari Healthline, minuman berkarbonasi manis dapat meningkatkan produksi gas dalam tubuh sehingga membuat seseorang merasa lebih mudah kembung. Sensasi penuh dan tidak nyaman ini bisa muncul setelah makan, terutama ketika soda dikonsumsi bersamaan dengan makanan berat seperti pizza.

Ahli gizi sekaligus pendiri Nupuur Patil Fitness, Nupuur Patil, menjelaskan bahwa kombinasi soda manis dengan pizza keju dapat memberikan dampak kurang baik apabila menjadi kebiasaan jangka panjang. Kandungan gula tinggi pada minuman bersoda dan komposisi pizza yang tinggi kalori dapat memengaruhi kesehatan tubuh.

Berat Badan Bertambah

Pizza dan soda sama-sama dapat menyumbang kalori dalam jumlah besar. Pizza biasanya mengandung karbohidrat olahan, lemak jenuh, dan natrium yang jika dikonsumsi berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan.
Sementara itu, minuman bersoda mengandung gula tambahan yang sering disebut sebagai kalori kosong karena memberikan energi tanpa banyak kandungan nutrisi penting.

Memicu Nafsu Makan Berlebih
Kandungan gula tinggi dalam soda dapat menyebabkan kadar glukosa darah meningkat dengan cepat, lalu mengalami penurunan kembali. Kondisi ini dapat membuat tubuh lebih mudah merasa lapar sehingga mendorong keinginan untuk makan lebih banyak.
Dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi minuman manis juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes tipe 2, serta gangguan kesehatan gigi.

Kurang Mendapat Nutrisi Seimbang
Pizza dan soda dalam jumlah berlebihan cenderung rendah kandungan serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Jika terlalu sering menjadi pilihan makanan utama, pola makan dapat menjadi kurang seimbang.
Asupan nutrisi yang tidak mencukupi dapat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh serta berbagai fungsi tubuh lainnya.

Meningkatkan Risiko Masalah Jantung
Kombinasi makanan tinggi garam dari pizza dan gula dari soda juga perlu diwaspadai. Konsumsi natrium berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan dan berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Dalam jangka panjang, pola makan tinggi garam, gula, dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.(ist/dya)

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.