25 June 2026

Get In Touch

Pertalite di Surabaya Mulai Langka, Fraksi PKS DPRD Jatim Minta Penjelasan Pertamina

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati

SURABAYA (Lentera) – Kelangkaan Pertalite yang mulai terjadi di sejumlah SPBU di Surabaya mendapat sorotan DPRD Jawa Timur. Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati, mendesak Pertamina memberikan penjelasan secara transparan terkait gangguan pasokan yang menyebabkan stok Pertalite di beberapa SPBU mengalami kekosongan.

Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Surabaya, di antaranya kawasan Bratang dan Nginden. Sejumlah petugas SPBU menyebut kosongnya stok Pertalite disebabkan keterlambatan pengiriman pasokan dari Pertamina.

“Kondisi ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa, karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat kecil yang setiap hari bergantung pada ketersediaan BBM untuk bekerja dan beraktivitas,” ungkap Lilik, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, Surabaya sebagai kota perdagangan dan jasa memiliki mobilitas ekonomi yang tinggi. Karena itu, gangguan distribusi BBM berpotensi menghambat berbagai aktivitas masyarakat.

Lilik mengingatkan, jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, dampaknya dapat meluas terhadap produktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi kota.

Ia menyoroti nasib pengemudi ojek online, kurir, pelaku UMKM, hingga pekerja sektor informal yang sangat bergantung pada ketersediaan Pertalite.

“Kasihan para pengemudi ojek online, kurir, pelaku UMKM, dan pekerja sektor informal lainnya. Pertalite bukan sekadar bahan bakar, tetapi modal utama untuk mencari nafkah bagi mereka,” tuturnya.

Karena itu, Lilik meminta Pertamina segera menyampaikan penyebab keterlambatan pasokan sekaligus langkah-langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Karena itu, saya meminta Pertamina dan seluruh pihak terkait untuk segera memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat mengenai penyebab keterlambatan pasokan juga segera melakukan langkah-langkah konkret untuk mengatasinya,” jelasnya.

Selain transparansi informasi, Lilik juga mendorong percepatan distribusi dan pemerataan pasokan Pertalite ke seluruh SPBU di Surabaya, khususnya di titik-titik dengan tingkat kebutuhan tinggi.

Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas ekonomi tidak terganggu.

Lilik berharap persoalan kelangkaan Pertalite segera teratasi sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM dengan mudah dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan.

“Untuk itu kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penyelesaian persoalan ini,” pungkasnya.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.