24 June 2026

Get In Touch

Dua Bangunan Sekolah di Kabupaten Tuban Tiba-tiba Ambruk

Petugas TNI, warga, dan pihak terkait melakukan pembersihan puing-puing bangunan ruang kelas SDN Trantang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, yang ambruk pada Sabtu (20/6/2026) malam. (foto:ist/Kompas.com)
Petugas TNI, warga, dan pihak terkait melakukan pembersihan puing-puing bangunan ruang kelas SDN Trantang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, yang ambruk pada Sabtu (20/6/2026) malam. (foto:ist/Kompas.com)

TUBAN (Lentera) – Kasus kerusakan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tuban, kembali bertambah. Sebuah ruang kelas di SDN Trantang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, dilaporkan ambruk total, pada Sabtu (20/6/2026) malam. 

Mengutip Kompas.com, Senin (22/6/2026), insiden ambruknya bangunan sekolah ini terjadi secara tiba-tiba, tanpa dipicu oleh faktor cuaca ekstrem. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut karena kondisi sekolah sedang sepi dan tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM). 

Peristiwa di SDN Trantang ini menjadi sorotan, lantaran sebelumnya terjadi insiden serupa. Sebelumnya, atap teras lantai dua SDN Kutorejo 3 Tuban juga ambruk pada Rabu (3/6/2026) sore. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ruang kelas yang ambruk di SDN Trantang tersebut merupakan ruang kelas satu. Ironisnya, gedung tersebut baru saja selesai direhabilitasi pada tahun 2023 lalu melalui proyek pembangunan ruang kelas baru. 

Merujuk pada data resmi dari laman Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di https://spse.inaproc.id, proyek tersebut tercatat dengan Kode Tender 12544415 bernama "Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN Trantang Kecamatan Kerek". 

Nilai anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut mencapai Rp 765.640.000. Tender pengerjaan proyek bernilai ratusan juta ini dimenangkan oleh CV DAM, sebuah perusahaan kontraktor yang beralamat di Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. 

Kondisi kerusakan bangunan pasca-kejadian sempat terekam dalam video amatir yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, bangunan kelas tampak rusak parah hingga nyaris rata dengan tanah. 

Perekam video bahkan secara terbuka mempertanyakan kualitas konstruksi, khususnya bagian pondasi yang dinilai kekurangan campuran semen. 

"Pondasinya lemah (tanah), gak ada semennya kayak gini. Lho rusak total. Untung gak ada anak sekolah," ucap perekam dalam video amatir tersebut. 

Sementara itu, Kepala SDN Trantang, Nur Hidayah, membenarkan bahwa sebelum insiden terjadi, sama sekali tidak ada tanda-tanda kerusakan fisik pada bangunan ataupun gangguan cuaca ekstrem di wilayah Kecamatan Kerek. 

"Tidak ada tanda-tanda sebelumnya," ujar Nur Hidayah saat dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026). 

Perempuan yang akrab disapa Nunuk itu menduga ada kombinasi antara faktor alam dan rendahnya kualitas pengerjaan proyek yang menjadi pemicu utama robohnya ruang kelas satu tersebut. 

"Diduga karena kualitas bangunan dan tanahnya gerak, sehingga pondasinya turun dan struktur di atasnya menjadi tidak stabil," tutur Nunuk. 

Ia menambahkan, bahwa penanganan darurat dan tindak lanjut atas robohnya fasilitas sekolah tersebut kini telah sepenuhnya diserahkan kepada pihak dinas terkait. 

"Langsung ditangani Dinas Pendidikan," bebernya. 

Merespons rentetan kasus infrastruktur sekolah yang roboh dalam waktu berdekatan, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Pendidikan memastikan akan segera mengambil langkah taktis. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, menjelaskan bahwa perbaikan untuk SDN Kutorejo 3 maupun SDN Trantang akan diusulkan melalui skema anggaran daerah terbaru. 

“Dianggarkan pada P-APBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2026),” kata Irma, Minggu (21/6/2026). 

Selain mengupayakan anggaran perbaikan, Irma menyatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi total berupa proses assessment serta monitoring berkala ke seluruh fasilitas pendidikan negeri guna memetakan ulang tingkat kelayakan bangunan. 

“Assessment dan monitoring akan dilakukan di sekolah SD dan SMP,” tuturnya. 

Saat disinggung mengenai data riil jumlah sekolah di Kabupaten Tuban yang saat ini masuk dalam kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, Irma mengaku pihak dinas masih melakukan pendataan lapangan secara masif. 

“Pasti ini jadi atensi. Saat ini sedang dilakukan cek ulang seluruh sekolah negeri. Bertahap ya, ada 541 SDN dan 52 SMPN,” jelas Irma menerangkan total 593 sekolah yang dipantau. 

Namun, ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai lemahnya fungsi pengawasan kelayakan bangunan oleh Pemkab Tuban hingga terjadinya dua insiden bangunan ambruk dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, Irma belum memberikan jawaban.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.