17 June 2026

Get In Touch

Purbaya Siapkan 3 Jurus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen pada 2027

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Ant)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Ant)

JAKARTA (Lentera) -Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan sejumlah strategi untuk menopang pertumbuhan ekonomi pada 2027.

Strategi itu mencakup penguatan iklim investasi, sinergi kebijakan fiskal dan moneter, serta disiplin fiskal.

Purbaya mengatakan, langkah tersebut dibutuhkan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.

Target itu juga menjadi pijakan pemerintah menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

"Fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada. Jadi ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan kita semakin cepat," ujar Purbaya dalam keterangannya dilansir Senin (15/6/2026).

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah ialah mempererat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia.

Koordinasi tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Pemerintah dan Bank Indonesia juga sepakat meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong aliran modal masuk dan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang serta perbankan.

Purbaya menilai stabilitas rupiah penting untuk menekan biaya produksi dan menjaga daya beli masyarakat.

Selain itu, pemerintah menegaskan komitmen menjaga kepastian hukum dan iklim usaha.

Purbaya mencontohkan penyelesaian kasus kepabeanan Tiffany & Co yang telah memenuhi kewajiban kepada negara.

Kementerian Keuangan mencatat, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah menerbitkan Surat Penetapan Pabean sebesar Rp 97,49 miliar.

Nilai tersebut mencakup sanksi administratif sebesar Rp 78,50 miliar.

Setelah menyatakan kesanggupan memenuhi kewajiban tersebut, gerai Tiffany & Co kembali diizinkan beroperasi.

"Yang bersangkutan telah berkomitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan perundang-undangan yang berlaku," kata Purbaya, dikutip dari Kompas.

Menurut Purbaya, pemerintah akan mengedepankan prinsip kepatuhan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengawasan.

Namun, pengawasan tetap dilakukan dengan menjaga keberlangsungan usaha.

Strategi tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan fiskal 2027 yang telah disepakati pemerintah dan DPR dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF).

Pemerintah dan DPR menyepakati target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen.

Target tersebut akan didukung penguatan sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara.

Pemerintah juga akan memperbaiki iklim investasi melalui deregulasi dan debottlenecking.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah menetapkan sasaran inflasi pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Nilai tukar rupiah diasumsikan berada pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dollar Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, suku bunga Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun dipatok sebesar 6,5 persen hingga 7,3 persen.

Purbaya menegaskan, pemerintah tidak akan mengorbankan kehati-hatian fiskal untuk mengejar pertumbuhan ekonomi.

"Pemerintah konsisten menjaga disiplin fiskal dengan mengendalikan defisit dan utang dalam batas aman, yaitu defisit di bawah 3 persen PDB dan utang di bawah 60 persen PDB," ujar Purbaya.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan peran Danantara, Special Mission Vehicle (SMV), Badan Layanan Umum (BLU), dan Sovereign Wealth Fund (SWF).

Selain itu, Saldo Anggaran Lebih (SAL) akan dimanfaatkan sebagai bantalan fiskal untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.