13 June 2026

Get In Touch

ITS Jembatani Kerja Sama Jatim-Rusia Soal Teknologi Kapal Cepat Aluminium

(dari kiri) Ketua Dewan Legislatif St Petersburg Alexander N Belsky, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai audiensi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
(dari kiri) Ketua Dewan Legislatif St Petersburg Alexander N Belsky, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai audiensi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

SURABAYA (Lentera) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjembatani pertemuan strategis antara delegasi Saint Petersburg, Rusia, dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk membahas pengembangan industri perkapalan modern dan kerja sama teknologi jangka panjang.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/6/2026) tersebut menjadi langkah awal kolaborasi antara Jawa Timur dan Kota Saint Petersburg yang berfokus pada pengembangan kapal cepat aluminium guna memperkuat konektivitas laut dan industri maritim nasional.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyambut positif inisiatif yang dijembatani ITS tersebut. Menurutnya, transfer teknologi perkapalan memiliki arti penting bagi Jawa Timur yang selama ini menjadi salah satu pusat logistik dan perdagangan menuju kawasan Indonesia Timur.

"Melihat bagaimana Jawa Timur menjadi gerbang logistik untuk Indonesia Timur, maka transfer teknologi perkapalan yang diinisiasi oleh ITS menjadi hal krusial yang harus didukung," ujar Khofifah.

Ia menegaskan Pemprov Jatim siap memfasilitasi kebutuhan pengembangan industri tersebut agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Legislatif Saint Petersburg, Alexander N Belsky, menyatakan pihaknya berkomitmen mengawal seluruh aspek legalitas dan pemenuhan dokumen teknis yang dibutuhkan dalam proses transfer teknologi tersebut.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya membuka peluang pengembangan teknologi maritim, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik antara kedua wilayah.

"Tidak hanya membuka peluang transfer teknologi maritim, tetapi juga mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi yang saling transparan," kata Belsky.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menjelaskan bahwa ITS mendapat peran penting untuk menyesuaikan desain awal kapal cepat dari Rusia agar sesuai dengan karakteristik perairan Indonesia, termasuk kondisi gelombang dan kebutuhan operasional antarpulau.

Bambang menuturkan kerja sama ini tidak semata-mata bertujuan menghadirkan teknologi asing, tetapi juga membangun kemandirian teknologi nasional.

"Penegasan poin kerja sama ini adalah kemandirian teknologi. ITS tidak ingin Indonesia hanya menjadi penonton atau sekadar pasar bagi teknologi asing," tuturnya.

Untuk mendukung hilirisasi teknologi, ITS telah menggandeng industri galangan kapal lokal. Kapal cepat hasil desain ulang para ahli ITS nantinya direncanakan diproduksi di Madura melalui PT Bintang Timur Samudera.

Menurut Bambang, studi kelayakan proyek tersebut telah selesai dilakukan dan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Kapal cepat yang akan dikembangkan disebut mampu melaju hingga empat kali lebih cepat dibandingkan armada konvensional yang saat ini beroperasi.

Setelah memenuhi kebutuhan transportasi antarpulau di dalam negeri, ITS juga menargetkan produk kapal cepat tersebut dapat menembus pasar internasional.

"Kami menargetkan perluasan pasar hingga ke ranah internasional setelah sukses memenuhi kebutuhan mobilitas antarpulau nasional," ujarnya.

Selain sektor maritim, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama di bidang teknologi informasi, keamanan siber, dan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Kolaborasi multidimensi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi teknologi di Jawa Timur sekaligus menegaskan peran ITS sebagai salah satu penggerak pengembangan teknologi maritim dan industri masa depan di Indonesia.

Reporter: Amanah

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.