08 June 2026

Get In Touch

Jerman Akui Terpaksa Tambah Anggaran Militer akibat Ancaman Rusia

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius. (foto: Kementerian Pertahanan Jerman)
Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius. (foto: Kementerian Pertahanan Jerman)

JAKARTA (Lentera) - Pemerintah Jerman mengakui terpaksa meningkatkan anggaran pertahanan dan mempercepat pengadaan peralatan militer sebagai respons atas ancaman keamanan yang dinilai terus ditimbulkan oleh Rusia.

"Kami terpaksa mengeluarkan lebih banyak uang sebagai akibat dari ancaman keamanan, ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia, seperti yang harus berulang kali ditekankan," ujar Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius kepada wartawan di sela-sela Hari Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) di kota Neubiberg, Jerman selatan, mengutip Antara, Minggu (7/6/2026).

Menurut Pistorius, pemerintah tidak hanya meningkatkan anggaran pertahanan, tetapi juga mempercepat proses pengadaan peralatan militer agar kebutuhan operasional pasukan dapat segera terpenuhi.

"Kami mempercepat proses pengadaan karena itulah yang paling penting. Prajurit yang bertugas memastikan Bundeswehr memiliki daya tangkal dan yang harus membela kami jika situasi memburuk berhak mendapatkan peralatan terbaik serta pelatihan terbaik," katanya.

Pistorius juga menegaskan ambisi Jerman untuk menjadi salah satu pilar utama pertahanan NATO di kawasan Eropa melalui pemanfaatan anggaran yang lebih efektif dan percepatan pembangunan kemampuan militer.

"Kami bekerja sangat keras dan bersatu untuk memastikan bahwa dana dibelanjakan secara efektif dan cepat, sehingga Bundeswehr dapat mengembangkan kemampuan pencegahan penuhnya dan, sebagai mitra terbesar NATO di Eropa, memainkan peran sentral bersama negara lain dalam hal kemampuan pertahanan NATO," katanya.

Sebelumnya, pada April 2026, Pistorius mengungkapkan pemerintah telah menetapkan strategi militer baru yang menargetkan Bundeswehr menjadi kekuatan militer konvensional terkuat di Eropa pada 2039.

Strategi tersebut menjadi dokumen komprehensif pertama yang dirancang untuk memetakan berbagai skenario ancaman sekaligus meningkatkan kesiapan militer Jerman dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari implementasi strategi itu, Berlin akan memperbesar kekuatan personel militer dengan menambah jumlah tentara aktif, pasukan cadangan, serta pegawai sipil di lingkungan pertahanan.

"Kami meningkatkan jumlah tentara aktif, cadangan, dan pegawai sipil. Prinsip panduan kami adalah tujuan untuk memiliki setidaknya 460.000 personel siap tempur, termasuk pasukan aktif dan cadangan," kata Pistorius.

Editor: Santi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.