05 June 2026

Get In Touch

Gunung Semeru Erupsi Tujuh Kali, Tinggi Letusan Capai 700 Meter

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 700 meter di atas puncak, pada Kamis (4/6/2026) pagi. (foto:ist/Ant/PVMBG)
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 700 meter di atas puncak, pada Kamis (4/6/2026) pagi. (foto:ist/Ant/PVMBG)

LUMAJANG (Lentera) - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami erupsi sebanyak tujuh kali, dengan tinggi letusan dari 400 hingga 700 meter di atas puncak, pada Kamis (4/6/2026) sejak pukul 00.34 hingga 07.47 WIB.

Erupsi pertama terjadi pukul 00.34 WIB, dengan visual letusan tidak teramati.

"Erupsi ketujuh terjadi pada pukul 07.47 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis di Lumajang melansir Antara.

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 124 detik.

Aktivitas Gunung Semeru selama enam jam terakhir, pada pukul 00.00-06.00 WIB tercatat sebanyak 16 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-22 mm dan lama gempa 51-142 detik.

"Kemudian tiga kali gempa embusan dengan amplitudo 3-7 mm, dan lama gempa 47-49 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 34 mm, S-P 20 detik dan lama gempa 78 detik," tuturnya.

Sigit menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, lanjutnya, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia meminta, masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," imbuh Sigit.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.