01 June 2026

Get In Touch

DPRD Palangka Raya Sebut Kunker Pemda dari Luar Kota Beri Efek Domino ke PAD

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery

PALANGKA RAYA (Lentera) - DPRD Kota Palangka Raya menyebut kunjungan kerja (kunker) dan studi banding yang dilakukan pemerintah daerah (pemda) dari luar kota memberikan efek domino terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Khemal Nasery, mengakui dengan adanya pengurangan transfer daerah sekitar Rp253 miliar, Pemkot Palangka Raya harus mencari sumber pendapatan lain yang dapat dimaksimalkan secara sah.

"Optimalisasi pajak dan retribusi daerah menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan pembangunan daerah," papar Khemal, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, DPRD bersama Pemkot juga telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah guna memperkuat pendapatan dari berbagai sektor usaha.

Khemal menyebut jika sektor rumah makan, hotel, restoran hingga retribusi parkir masih memiliki potensi yang dapat terus ditingkatkan untuk menopang PAD Kota Palangka Raya.

Selain melalui regulasi, aktivitas kunjungan kerja dari luar daerah juga membawa dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal di Palangka Raya.

"Karena itu pajak rumah makan, restoran, hotel dan sektor lain yang menjadi kewenangan daerah, harus benar-benar dimaksimalkan sehingga pembangunan tetap berjalan," ucapnya.

Khemal melanjutkan, hampir setiap hari terdapat rombongan tamu dari berbagai daerah yang datang ke DPRD Kota Palangka Raya untuk berdiskusi, berkonsultasi maupun melakukan studi banding terkait tata kelola pemerintahan daerah.

Tamu yang datang berasal dari berbagai provinsi di Kalimantan, bahkan dari Pulau Jawa dan Sumatera, dengan jumlah mencapai puluhan hingga ratusan orang dalam satu hari kerja.

"Jika rata-rata pengunjung yang datang ke Palangka Raya sekitar 100 orang setiap hari kerja, maka dalam setahun bisa mencapai 4.000 sampai 5.000 orang yang datang ke Palangka Raya," jelasnya.

Dari kunjungan tersebut akan menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga UMKM lokal, karena pengunjung akan membelanjakan uangnya selama berada di Palangka Raya.

Ia memperkirakan, jika satu tamu membelanjakan sekitar Rp2 juta selama berkunjung, maka perputaran uang yang terjadi bisa mendekati Rp10 miliar dalam setahun.

Ditambah lagi jika mereka membeli suvenir, makanan khas Dayak dan produk UMKM lokal. Tentu hal ini akan membantu perekonomian masyarakat serta berkontribusi terhadap PAD.

Khemal menambahkan, DPRD Kota Palangka Raya akan turut aktif memperkenalkan sejumlah destinasi wisata dan pusat ekonomi lokal kepada para tamu daerah, diantaranya Bukit Cinta, Kampung Lauk, kawasan kuliner kontainer di Jalan Yos Sudarso hingga pusat oleh-oleh khas daerah.

"Harapannya, melalui pelayanan yang baik para tamu akan menceritakan pengalamannya, ini menjadi cara promosi yang efektif, selain itu akan memperkuat citra Palangka Raya sebagai kota yang nyaman, ramah dan memiliki banyak wisata serta produk unggulan," pungkasnya.

Reporter: Novita/Editor: Santi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.