SURABAYA (Lentera)– Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjalin kerja sama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur untuk membuka jalur prestasi kepramukaan sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda di bidang teknologi, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat.
Kerja sama ditandai dengan penyerahan bibit kelapa pandan wangi serta 1.965 pohon pisang emas kirana dalam rangkaian peluncuran Program Ketahanan Pramuka Jatim.
Rektor Unusa Prof Tri Yogi Yuwono mengatakan, gerakan Pramuka saat ini tidak cukup hanya dibekali kemampuan dasar kepanduan, tetapi juga harus memiliki keterampilan digital untuk menghadapi tantangan global.
Menurutnya, kolaborasi antara Unusa dan Kwarda Jatim menjadi langkah strategis untuk mencetak Digital Scout atau generasi Pramuka yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kalian adalah pemilik masa depan Jawa Timur. Tahun 2026 ini adalah era ketika batas antarnegara sudah hilang secara digital. Kalian tidak lagi bersaing dengan teman satu sekolah atau satu kota saja, tetapi dengan pemuda dari Singapura, Korea hingga Amerika,” ujar Tri Yogi dikutip Rabu (20/5/2026).
Ia juga mendorong anggota Pramuka tingkat SMA agar tidak minder berasal dari daerah. Pihaknya siap mendampingi para siswa meraih cita-cita melalui pendidikan tinggi dan penguatan kompetensi.
“Silakan dipilih, kami siap mengantar kesuksesan cita-cita kalian. Kuliah di Unusa juga bisa mengambil perkuliahan di ITS ataupun Unair. Kalian bisa menjadi apa saja yang diinginkan, dengan syarat memiliki integritas, menguasai teknologi, dan tidak pernah berhenti belajar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil menyambut baik sinergi tersebut karena sejalan dengan visi Pramuka Produktif, Adaptif, dan Berdampak.
Saat ini, Pramuka Jawa Timur memiliki sekitar 3,4 juta anggota aktif yang tersebar di 38 kwartir cabang (Kwarcab). Menurut Arum, jaringan besar itu dapat menjadi kekuatan untuk memperluas program pengabdian masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.
“Kami berharap kolaborasi ini memperkuat program bakti masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, jaringan Pramuka hingga tingkat desa juga berpotensi besar dalam memperluas edukasi kesehatan mental dan gerakan penghijauan di tengah masyarakat.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas putra-putri penerus bangsa ke depan,” imbuhnya.
Melalui program Sehat Mental, Cerdas Berprestasi, Unusa dan Kwarda Jatim juga ingin menjawab tantangan kesehatan mental yang dihadapi generasi muda pascapandemi.
Menurutnya, meningkatnya gangguan kecemasan, tekanan akademik, dan depresi pada remaja dinilai perlu direspons melalui penguatan karakter dan pendampingan yang berkelanjutan.
“Mental yang sehat akan melahirkan generasi yang percaya diri, tangguh, berani bermimpi besar, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” pungkasnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH





.jpg)
