PALANGKA RAYA (Lentera) - Dalam upaya menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi datang lebih awal dan berlangsung cukup panjang, Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya mulai meningkatkan kesiapsiagaan.
Plt Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, menyampaikan salah satu upaya kesiapsiagaan ini dilakukan melalui sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat.
"Sosialisasi dilakukan sebagai langkah edukasi dan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman karhutla di wilayah rawan kebakaran," papar Untung, Sabtu (16/5/2026).
Ia menekankan jika kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi karhutla di wilayah masing-masing.
Menurut Untung, berdasarkan prediksi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026 dengan kondisi cuaca yang lebih kering dibanding biasanya.
"Musim kemarau yang diprediksi terjadi lebih awal dan berlangsung lebih panjang, tentunya berdampak pada meningkatnya risiko terjadinya karhutla," jelasnya.
Lebih lanjut, Untung menjabarkan jika luas karhutla di Kota Palangka Raya dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan berkat kolaborasi berbagai pihak dan meningkatnya kesadaran masyarakat.
Di tahun 2023 luas karhutla mencapai 3.892,15 hektare, kemudian turun menjadi 26,08 hektare pada 2024 dan di tahun 2025 tercatat sebesar 7,98 hektare.
"Capaian ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya karhutla," ucapnya.
Untung juga mengingatkan, selain berdampak buruk terhadap lingkungan, karhutla juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi hingga memicu kabut asap yang berdampak luas terhadap daerah.
"Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan untuk mewujudkan Palangka Raya bebas karhutla," tutupnya.
Reporter: Novita/Editor: Santi





.jpg)
