13 June 2026

Get In Touch

AS Sebut Israel-Lebanon Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 45 Hari

Satu kawasan hancur akibat konflik Israel-Lebanon di Lebanon. (Al Jazeera)
Satu kawasan hancur akibat konflik Israel-Lebanon di Lebanon. (Al Jazeera)

JAKARTA (Lentera) - Israel dan Lebanon disebut sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari di tengah masih berlanjutnya bentrokan di wilayah perbatasan. Kesepakatan tersebut diumumkan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Jumat (15/5/2026).

"Penghentian pertempuran pada 16 April akan diperpanjang selama 45 hari guna memungkinkan kemajuan lebih lanjut," tulis Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Piggott, melalui akun resminya di platform X, mengutip Antara, Sabtu (16/5/2026).

Sebagai tindak lanjut, kedua negara dijadwalkan melanjutkan negosiasi politik di Departemen Luar Negeri AS pada 2 hingga 3 Juni 2026.

Selain itu, delegasi militer dari Israel dan Lebanon akan memulai pembicaraan keamanan paralel di Pentagon pada 29 Mei 2026.

Sebelumnya, Israel dan Lebanon telah menggelar putaran ketiga pembicaraan langsung di Washington, D.C. pada Kamis (14/5/2026) hingga Jumat (15/5/2036). Piggott menyebut pertemuan tersebut berlangsung "sangat produktif".

Meski demikian, situasi di lapangan masih jauh dari kondusif. Serangan Israel di Lebanon selatan pada Jumat (15/5/2026) dilaporkan menewaskan sedikitnya 9 orang dan melukai puluhan lainnya.

Laporan tersebut disampaikan oleh National News Agency, media resmi pemerintah Lebanon.

Di sisi lain, Hezbollah menyatakan telah menyerang drone, pasukan, buldoser militer, serta satu unit tank Merkava milik Israel di sejumlah titik di Lebanon selatan.

Data dari Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon menunjukkan bahwa serangan Israel sepanjang 2 Maret hingga 15 Mei 2026 telah menewaskan 2.951 orang dan melukai 8.988 lainnya.

Editor: Santi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.