01 June 2026

Get In Touch

Jenazah Korban Bus ALS di Muratara Sulit Dikenali, DNA Dikirim ke Mabes Polri

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto. (foto: ist/Ant)
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto. (foto: ist/Ant)

PALEMBANG (Lentera) - Jenazah korban kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, sulit dikenali akibat kondisi tubuh yang terbakar 99 persen.

Untuk memastikan identitas para korban, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel mengirimkan sampel deoxyribonucleic acid (DNA) ke laboratorium Mabes Polri.

"Seluruh korban mengalami luka bakar hingga 99 persen. Kondisi ini membuat proses pencocokan identitas menjadi sangat sulit karena sebagian besar tubuh korban sudah tidak dapat dikenali," ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto saat konferensi pers di Palembang, melansir Antara, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, tim forensik DVI Polda Sumsel bersama Mabes Polri saat ini tengah memilah sampel biologis terbaik yang masih memungkinkan digunakan untuk proses identifikasi ilmiah.

Sampel tersebut selanjutnya dikirim ke laboratorium Mabes Polri guna dilakukan pemeriksaan DNA dan pencocokan dengan data keluarga korban.

"Kami sedang memilih sampel yang terbaik untuk dikirim," katanya.

Budi menjelaskan, RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang menerima total 16 kantong jenazah korban tragedi Bus ALS tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 jenazah telah dilakukan pengambilan sampel DNA dari pihak keluarga.

Sementara itu, 5 jenazah lainnya hingga kini masih menunggu kedatangan keluarga untuk proses pengambilan sampel pembanding. "Kami masih menunggu pihak keluarga dari lima jenazah ini untuk dilakukan pengambilan sampel," katanya.

Proses identifikasi berbasis DNA dipilih sebagai langkah utama karena metode identifikasi visual maupun sidik jari nyaris tidak memungkinkan dilakukan akibat kondisi korban yang hangus terbakar.

Editor: Santi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.