24 April 2026

Get In Touch

Kementerian Sosial Ajukan 9.000 Formasi Guru dan Tendik untuk Sekolah Rakyat

Arsip-Menteri Sosial, Saifullah Yusuf ditemui dalam kunjungan kerjanya di wilayah Kota Batu, Jawa Timur pada 19 Mei 2025 lalu. (Santi/Lentera)
Arsip-Menteri Sosial, Saifullah Yusuf ditemui dalam kunjungan kerjanya di wilayah Kota Batu, Jawa Timur pada 19 Mei 2025 lalu. (Santi/Lentera)

JAKARTA (Lentera) - Kementerian Sosial (Kemensos) mengajukan penambahan lebih dari 9.000 formasi guru dan tenaga kependidikan (tendik) untuk Sekolah Rakyat (SR).

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengungkapkan usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

"Kami sudah mengajukan ke Kementerian PAN-RB untuk menambah lebih dari 5.000 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan lainnya untuk Sekolah Rakyat ini," ujarnya saat ditemui di Jakarta, melansir Antara, Kamis (23/4/2026).

Langkah ini diambil seiring target peningkatan jumlah peserta didik yang signifikan. Saat ini, jumlah siswa Sekolah Rakyat tercatat hampir 16.000 orang. Namun, pemerintah menargetkan tambahan lebih dari 30.000 siswa baru pada tahun ini.

Dengan penambahan tersebut, total siswa diproyeksikan melampaui 45.000 orang pada akhir 2026. Tidak berhenti di situ, pemerintah juga membidik lonjakan lebih besar pada tahun berikutnya.

Mengacu arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemensos menargetkan penambahan lebih dari 60.000 siswa baru pada 2027. Artinya, secara keseluruhan program ini diharapkan mampu menjangkau lebih dari 100.000 siswa di seluruh Indonesia.

"Tahun depan target kita sudah bisa melayani lebih dari 100.000 siswa Sekolah Rakyat. Untuk itu dibutuhkan tambahan guru," tegas pria yang akrab dengan sapaan Gus Ipul ini.

Dalam proses rekrutmen, Kemensos menyerahkan penentuan spesifikasi dan kebutuhan kompetensi tenaga pengajar kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Meski demikian, para guru dan tenaga kependidikan yang lolos seleksi tetap diwajibkan mengikuti pelatihan intensif. Kemensos menyiapkan program pembinaan khusus, termasuk retreat, guna menjaga mutu pengajaran di Sekolah Rakyat.

"Tetap akan ada retreat dan pelatihan-pelatihan untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan bagi siswa kita," tambahnya.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan sosial. Di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, hingga dukungan ekonomi melalui Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.

Hingga saat ini, Kemensos telah mengoperasikan 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 38 provinsi sejak Juli 2025. Fasilitas tersebut menampung sekitar 15.900 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah membangun 101 sekolah permanen pada tahun ini. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari target ambisius menghadirkan 500 Sekolah Rakyat permanen hingga 2029.

Khusus di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Kemensos baru saja menambah 10 titik Sekolah Rakyat rintisan. Lokasi ini difokuskan untuk menjangkau anak-anak telantar, anak jalanan, serta mereka yang berisiko putus sekolah.

Editor: Santi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.