21 April 2026

Get In Touch

Olahraga Kardio Diklaim Bikin Otak Lebih Cerdas

Olahraga Kardio Diklaim Bikin Otak Lebih Cerdas

SURABAYA ( LENTERA ) - Melakukan latihan kardio selama kurang lebih 30 menit terbukti mampu memberikan peningkatan signifikan pada memori kerja otak, berdasarkan temuan dari studi terbaru. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin tidak hanya berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam mempertahankan serta meningkatkan fungsi kognitif, termasuk konsentrasi dan daya ingat.

Dilansir dari womenshealthmag.com, meluangkan waktu sejenak untuk berolahraga ternyata dapat memberikan efek yang cukup cepat terhadap kinerja otak. Bahkan, dalam waktu singkat setelah melakukan aktivitas kardio, otak menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menyimpan, mengolah, dan merespons informasi secara lebih efisien. 

Hal ini menunjukkan bahwa investasi waktu yang relatif singkat untuk berolahraga dapat memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga bagi performa mental sehari-hari.

"Hanya satu sesi bersepeda selama 30 menit dapat meningkatkan kemampuan otak untuk menyimpan dan memproses informasi secara langsung," tulis laporan tersebut mengenai dampak positif olahraga.

Latihan kardio diketahui dapat memicu pelepasan protein penting bernama brain-derived neurotrophic factor (BDNF) serta senyawa laktat, yang keduanya memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan sistem saraf. BDNF sering disebut sebagai “nutrisi bagi otak” karena kemampuannya dalam mendukung pertumbuhan, perlindungan, dan konektivitas sel-sel saraf. 

Sementara itu, laktat juga berkontribusi sebagai sumber energi tambahan bagi otak sekaligus membantu meningkatkan kinerja fungsi kognitif. Kombinasi keduanya berperan aktif dalam menjaga plastisitas otak, sehingga otak tetap mampu beradaptasi, belajar, dan berkembang seiring bertambahnya usia.

Lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa latihan kardio dengan intensitas sedang yakni sekitar 60–70% dari detak jantung maksimal merupakan tingkat yang paling optimal untuk merangsang peningkatan fungsi kognitif. Pada intensitas ini, tubuh dan otak bekerja dalam kondisi yang seimbang, sehingga manfaat yang dihasilkan bisa lebih maksimal. 

Sebaliknya, latihan dengan intensitas terlalu rendah cenderung kurang memberikan stimulus yang cukup, sementara intensitas yang terlalu tinggi justru dapat memicu kelelahan berlebih dan mengurangi efektivitas manfaatnya. Oleh karena itu, menjaga konsistensi latihan dengan intensitas yang tepat menjadi kunci untuk mendapatkan hasil terbaik bagi kesehatan otak dan tubuh.

Rutin melakukan latihan kardio secara konsisten terbukti memberikan efek perlindungan pada sistem saraf, termasuk membantu mencegah penyusutan hipokampus bagian otak yang berperan penting dalam pembentukan dan penyimpanan memori jangka panjang. Dengan menjaga volume hipokampus tetap stabil, risiko penurunan fungsi kognitif di kemudian hari pun dapat diminimalkan, sehingga kemampuan mengingat dan belajar tetap terjaga seiring bertambahnya usia.

Para ahli pun merekomendasikan berbagai aktivitas kardio sederhana seperti jalan cepat, berenang, maupun bersepeda untuk dilakukan secara rutin dengan total durasi sekitar 150 menit per minggu. Waktu tersebut bisa dibagi ke dalam beberapa sesi, misalnya tiga hingga lima kali latihan dalam seminggu. 

Dengan pola yang konsisten, manfaatnya tidak hanya dirasakan pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang bagi otak sekaligus membantu meningkatkan daya ingat secara bertahap. (Itqiyah_ mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini).
 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.