TEHERAN(Lentera) -Militer Iran mengeluarkan peringatan akan memblokade perdagangan melalui Laut Merah, bersama dengan Teluk Persia dan Laut Oman, jika blokade Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz berlanjut.
"Angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," kata kepala pusat komando militer Iran Ali Abdollahi dilansir AFP, Rabu (15/4/2026).
Dia menegaskan, jika AS melanjutkan blokade dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan tanker minyak Iran, itu akan menjadi gerbang melanggar gencatan senjata.
Teheran sendiri menginginkan terjadinya dialog perdamaian yang imbang, dengan tidak memberikan tuntutan syarat yang tidak masuk akal.
Dikutip dari Al Jazeera, Rabu (15/4/2026), Presiden Iran Pezeshkian mengatakan negaranya tidak mencari perang melainkan dialog.
Dan seperti apa pun upaya AS untuk memaksakan kehendaknya atau memaksa Iran untuk menyerah akan gagal.
“Apa pembenaran yang ada dengan menargetkan warga sipil, elit, anak-anak, dan menghancurkan pusat-pusat vital, termasuk sekolah dan rumah sakit, dalam kerangka hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan?” tambah Pezeshkian.
AS blokade Selat Hormuz
Mengutip Kompas, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar pelayaran internasional setelah serangan gabungan yang dilakukan AS-Israel pada 28 Februari 2026.
Washington dan Teheran kemudian melakukan gencatan senjata selama dua minggu dan mengadakan perundingan di Islamabad, Pakistan, pada 11 April 2026.
Sayangnya, perundingan AS dan Iran menemui jalan buntu karena Teheran menolak membuka Selat Hormuz dan menghentikan program uranium.
Presiden AS Donald Trump kemudian memerintahkan militernya untuk memblokade selat Hormuz mulai Senin (13/4/2026).
Hal itu dilakukan untuk memberikan tekanan ekonomi tambahan pada Iran dengan memutus salah satu sumber pendapatan yang tersisa.
Blokade tersebut berlaku untuk kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman (*)
Editor: Arifin BH




.jpg)
