13 April 2026

Get In Touch

Kurangi Ketergantungan BBM, PLN akan Mengganti 2.139 Mesin PLTD

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo (tengah) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (13/4/2026). (foto:ist/Ant)
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo (tengah) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (13/4/2026). (foto:ist/Ant)

JAKARTA (Lentera) - PT PLN (Persero) akan menggantikan 2.139 mesin diesel yang digunakan oleh pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di 741 lokasi, dengan pembangkit listrik dari energi baru dan energi terbarukan (EBT).

“PLN juga sudah merencanakan mengurangi konsumsi BBM di sektor ketenagalistrikan pada 741 lokasi PLTD, dengan total ada sekitar 2.139 mesin diesel,” ujar Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI di Jakarta melansir Antara, Senin (13/4/2026).

Darmawan menyampaikan, langkah pengurangan PLTD merupakan strategi PLN untuk meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi biaya energi.

Menurut Darmawan, PLTD yang masih bergantung dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar harus segera dikurangi secepat-cepatnya. Terlebih, Darmawan merasa saat ini BBM termasuk energi yang mahal.

“Penggunaan energi yang masih berbasis kepada impor dan energi mahal, yaitu BBM harus segera kami kurangi dalam jangka waktu yang pendek, menengah,” jelasnya. 

Selain itu, mengganti PLTD dengan pembangkit listrik EBT juga akan mengubah energi kotor berbasis impor menjadi energi bersih berbasis lokal. Adapun pengganti PLTD yang telah direncanakan oleh Darmawan akan bersumber dari pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).

PLTMH adalah pembangkit listrik skala kecil yang memanfaatkan energi potensial air (sungai/air terjun) untuk menggerakkan turbin dan generator.

“Kalau tidak ada (mikrohidro) maka kami merancang dan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dilengkapi dengan baterai energy storage system (BESS),” kata Darmawan.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan percepatan realisasi konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di tengah tingginya harga minyak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026), menyampaikan bahwa langkah tersebut diminta untuk segera dihitung dan direalisasikan.

Airlangga mengatakan, dalam pelaksanaannya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ditugaskan untuk menyelesaikan, berbagai persoalan yang berkaitan dengan PLTD tersebut.

"Danantara diberi tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang PLTD tersebut," katanya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.