MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) memasang banner larangan berjualan dan parkir di sisi timur pasar. Menyusul temuan retakan pada tembok pembatas di lantai 3 bangunan tersebut yang berisiko roboh.
"Banner itu kami pasang sebagai peringatan untuk diperhatikan. Karena tembok yang ada di lantai 3, yang merupakan tembok pembatas itu sudah retak, kami sudah cek, ada potensi jatuh," ujar Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan mengingat cuaca ekstrem yang masih terjadi belakangan ini. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang dinilai dapat memperbesar risiko robohnya bagian bangunan yang sudah mengalami keretakan.
"Kami sudah laporkan hal tersebut ke Pak Wali Kota Malang. Karena saat ini cuaca masih ekstrem, hujan, angin kencang, kami khawatir tembok tersebut bisa jatuh kapan saja. Seperti kejadian di tahun lalu," imbuhnya.
Eko menyebut pembongkaran tembok tidak dapat dilakukan secara serta-merta. Pasalnya, tembok tersebut memiliki fungsi sebagai pembatas di bagian atap lantai tiga. Jika dirobohkan tanpa perencanaan, justru dapat menimbulkan persoalan baru pada struktur bangunan.
"Kalau dirobohkan berarti harus ada pembangunan sebagai gantinya. Karena kalau dirobohkan, berarti bagian atap di lantai 3 nanti tidak ada pembatasnya," jelasnya.
Untuk itu, langkah sementara yang diambil adalah dengan memasang banner larangan sebagai bentuk mitigasi risiko. Diskopindag juga akan segera berkoordinasi lebih lanjut dengan pimpinan daerah terkait penanganan permanen terhadap kondisi tembok tersebut.
Sebagai informasi, banner larangan tersebut telah terpasang sejak Jumat (10/4/2026). Area yang terdampak meliputi sisi timur Pasar Besar Malang, yang selama ini kerap dimanfaatkan pedagang untuk berjualan maupun pengunjung untuk parkir.
Di sisi lain, kekhawatiran juga dirasakan para pedagang. Salah satu pedagang Pasar Besar Malang, Muji (57), mengaku was-was meskipun hingga saat ini belum terlihat dampak langsung dari keretakan tersebut.
"Kalau khawatir pastinya ada. Namun secara langsung belum kelihatan dampaknya, tapi berharap pihak pasar segera menangani atau ambil tindakan cepat," ungkapnya.
Ia juga menyinggung kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya di area pasar tersebut, yang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang dan pengunjung.
"Agar tidak sampai terjadi atau adanya korban kecelakaan, kalau sampai terjadi seperti kasus tahun lalu yang di sebelah barat pasar, itu yang bahaya. Kami berharap tidak sampai menimbulkan korban, atas retaknya tembok pagar tersebut," katanya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)
