03 April 2026

Get In Touch

Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan Situbondo di Teluk Prigi

Proses evakuasi nelayan selamat oleh tim gabungan Basarnas Trenggalek bersama TNI AL dan Polairud di atas kapal SLM Josephine di perairan Teluk Prigi, Senin (30/3/2026). Nelayan asal Situbondo tersebut sebelumnya bertahan hidup selama empat jam dengan meng
Proses evakuasi nelayan selamat oleh tim gabungan Basarnas Trenggalek bersama TNI AL dan Polairud di atas kapal SLM Josephine di perairan Teluk Prigi, Senin (30/3/2026). Nelayan asal Situbondo tersebut sebelumnya bertahan hidup selama empat jam dengan meng

TRENGGALEK (Lentera) - Tim Basarnas Trenggalek berhasil mengevakuasi seorang nelayan dari Desa Palangan, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo yang ditemukan selamat, setelah kapal pengangkut batubara SLM Josephine mengirim sinyal darurat (mayday) diperairan sekitar Bali.

Ketua Tim Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza menjelaskan pihaknya menerima informasi tersebut pada, Minggu malam (30/3/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Jadi untuk kronologi kemarin sekitar pukul 21.00 WIB, kami mendapatkan sinyal mayday dari salah satu kapal pengangkut batubara dari Berauarah ke Cilacap. Dari sinyal tersebut akhirnya kami bisa berkomunikasi yang menyatakan bahwa kapal tersebut mengevakuasi satu nelayan dengan kondisi masih hidup,” ujar Yoni Fariza, Senin (30/3/2026).

Sebelum ditemukan, nelayan tersebut diketahui sempat bertahan hidup dengan cara mengapung di laut selama kurang lebih empat jam,berpegangan pada jerigen yang tersisa dari kapalnya yang tenggelam.

"Nelayan tersebut diketahui berasal dari Situbondo dan berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, oleh kapal yang melintas. Kapal tersebut kemudian meminta izin, untuk bersandar di pelabuhan terdekat," jelasnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Basarnas Trenggalek segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kesyahbandaran Pelabuhan Prigi, Pos TNI AL, Polairud, serta unsur pemerintah lainnya di kawasan Pantai Prigi.

“Setelah koordinasi, akhirnya kami sepakati survivor tersebut kami intercept di Teluk Prigi. Jadi kronologisnya seperti itu,” jelasYoni.

Ia juga mengungkapkan, bahwa lokasi awal evakuasi nelayanberada di sekitar perairan Bali.

“Untuk titik evakuasi masih di sekitar masuk perairan Bali,tepatnya di kawasan Tanjung Mebulu, Uluwatu, Bali Selatan,” katanya.

Sementara itu, kapal nelayan yang ditumpangi korban diduga telah tenggelam setelah dihantam ombak. Kapal tersebut merupakan perahu keciljenis jukung dengan katir.

“Untuk kondisi kapal nelayan sesuai hasil komunikasi dengansurvivor, itu semacam perahu kecil kayak jukung yang ada katirnya. Posisi sekarang diprediksi sudah tenggelam, terbalik dihantam ombak,” ungkapnya.

Saat ini, nelayan yang selamat tersebut masih menjalanipemeriksaan kesehatan di Puskesmas Watulimo.

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.