03 April 2026

Get In Touch

Selain Satu Prajurit TNI Gugur, Kemenhan: Tiga Terluka dalam Serangan di Lebanon Selatan

Personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL memeluk istri dan anaknya usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). (foto:ist/Ant)
Personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL memeluk istri dan anaknya usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). (foto:ist/Ant)

JAKARTA (Lentera) - Kementerian Pertahanan membenarkan adanya satu personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan gugur dan tiga personel lainnya terluka, akibat serangan artileri dari Israel, Minggu (29/3/2026).

"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta mengutip Antara, Senin (30/3/2026).

Rico menjelaskan, peristiwa itu terjadi lantaran adanya eskalasi konflik yang meningkat di wilayah Lebanon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, eskalasi konflik itu semakin meningkat hingga akhirnya serangan artileri menyasar ke lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan.

"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," jelas Rico

Rico memastikan, pihak Mabes TNI akan menyampaikan informasi lebih lengkap dan terbaru terkait insiden tersebut.

"Untuk perkembangan operasional lebih lanjut akan disampaikan oleh TNI," tutupnya.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.