SURABAYA (Lentera) – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko mendorong percepatan pembangunan Tol Kepanjen yang terhubung hingga Tulungagung (Agungblijen) sebagai solusi kemacetan. Sekaligus pengungkit ekonomi wilayah selatan Jawa Timur.
“Selama ini menjadi keluhan semuanya adanya kemacetan di wilayah itu. Dengan adanya tol tersebut bisa atasi macet,” ungkap Dewanti, Rabu (25/03/3036).
Politisi PDI Perjuangan tersebut menambahkan, manfaat pembangunan tol akan semakin besar apabila konektivitasnya diperluas hingga Tulungagung. Akses tersebut dinilai strategis dalam membuka jalur menuju kawasan selatan, termasuk destinasi wisata.
“Jika terealisasi maka membuka akses lebih cepat menuju pantai-pantai di jalur lintas selatan (JLS),” sambungnya.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, Dewanti menyebut keberadaan tol Agungblijen juga akan berdampak signifikan terhadap distribusi komoditas, khususnya sektor pertanian dan industri dari wilayah selatan menuju Surabaya maupun kota-kota lainnya
“Mendorong pertumbuhan titik-titik ekonomi baru di sekitar pintu keluar (exit) tol yang akan dibangun,” tutupnya.
Diketahui, rencana pengembangan infrastruktur konektivitas di Jawa Timur terus menunjukkan progres. Sambungan dari exit tol Madyopuro, Kota Malang, saat ini masih berada dalam tahap feasibility study (FS) atau studi kelayakan.
Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum juga telah merencanakan konektivitas antara Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang dengan Kabupaten Tulungagung melalui jalur tol.
Rencana tersebut telah tercantum dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 367/KPTS/M/2023 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional Tahun 2020–2040. Dalam dokumen tersebut, Tol Kepanjen–Tulungagung menjadi bagian dari rencana jaringan tol yang lebih panjang, meski realisasinya diperkirakan belum akan berlangsung dalam waktu dekat.
Reporter: Pradhita/Editor:Santi





.jpg)
